Infonusa.co, Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Dapil I, Abdul Rasid, melakukan kunjungan reses di Dusun Batu Dinding, Kelurahan Loa Tebu, Rabu (6/8/2025).
Dalam pertemuan tersebut, politikus Golkar tersebut menerima sejumlah aspirasi dari kelompok masyarakat yang menginginkan sektor perikanan mendapat perhatian lebih, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Menurut dia, potensi perikanan di Batu Dinding sudah mulai terlihat melalui beberapa kegiatan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, seperti budidaya ikan dengan keramba. Meski skalanya masih terbatas, ia menilai peluang untuk mengembangkannya sangat besar.
“Beberapa kelompok yang ada di sini mengusulkan agar sektor perikanan mendapatkan perhatian. Kegiatan ini sudah ada, tinggal dikembangkan lagi. Kalau sekarang ada beberapa kotak atau keramba, mudah-mudahan nanti ada penambahan lagi, sehingga bisa menjadi usaha yang benar-benar mampu meningkatkan ekonomi warga,” ujarnya.
Rasid menegaskan, meski saat ini belum ada kerja sama langsung dengan Dinas Perikanan, masyarakat Batu Dinding telah memulai dengan modal dan tenaga sendiri. Namun, agar hasilnya lebih maksimal, diperlukan dukungan dari pihak terkait.
“Sekarang masih swadaya. Makanya perlu campur tangan dan keterlibatan pihak-pihak terkait supaya lebih berkembang. Kalau belum bisa tahun ini, kita usahakan masuk program tahun depan, tahun 2026,” katanya.
Dia memandang, keberadaan usaha perikanan yang lebih besar dan terkelola dengan baik dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan bagi warga. Selain membantu ekonomi rumah tangga, hal ini juga akan menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda di Batu Dinding.
“Kondisi Batu Dinding ini, seperti yang kita lihat bersama, memang butuh sentuhan untuk membuka peluang ekonomi baru. Usaha perikanan ini bisa menjadi salah satu solusi,” tambahnya.
Ia juga mendorong agar masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi tetap proaktif dalam menjaga dan mengembangkan potensi yang ada.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak swasta adalah kunci keberhasilan program pemberdayaan ekonomi.
“Yang terpenting adalah ada kemauan dari warga untuk terus mengembangkan usaha yang sudah berjalan. Kalau ada komitmen itu, kita siap perjuangkan bantuan dari pemerintah atau pihak lain,” tutupnya. (Adv)









