Infonusa.co, Tenggarong – Anggota DPRD Kukar Daerah Pemilihan VI, Taufik Ridianur, mengajak Pemerintah Kabupaten Kukar di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin untuk memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan di tujuh kecamatan wilayah hulu.
Menurutnya, konektivitas antar wilayah menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di daerah.
“Wilayah hulu, termasuk Kota Bangun, Kota Bangun Darat, Muara Muntai, Muara Wis, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang. Jangan sampai menjadi anak tiri. Pemerintah baru perlu menempatkan pembangunan jalan sebagai agenda prioritas,” tegasnya, Senin (7/7/2025).
Taufik menilai, ikatan emosional Bupati terpilih Aulia Rahman Basri, yang berasal dari wilayah Kota Bangun, menjadi peluang besar untuk mendorong alokasi anggaran yang lebih proporsional ke kawasan hulu.
“Dengan latar belakang Bupati dan Wabup yang dekat dengan masyarakat hulu, kami optimis perhatian akan mengalir ke desa-desa terpencil,” ujarnya.
Infrastruktur jalan, kata dia, adalah kunci membuka potensi sektor pariwisata, perikanan, pertanian, dan perkebunan di hulu Kukar.
“Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis sudah menunjukkan prestasinya melalui BUMDes berprestasi nasional. Namun tanpa akses jalan memadai, capaian itu sulit dikembangkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa jalan yang kokoh dan tergenjang di titik-titik rawan banjir akan meningkatkan arus barang dan jasa, menurunkan biaya logistik, serta mempermudah wisatawan dan investor mengunjungi destinasi hulu.
“Saat jalan lancar, ekonomi masyarakat akan mengalir, produk pertanian dan hasil laut bisa cepat dipasarkan, wisata desa makin ramai,” imbuhnya.
Taufik menyerukan agar DPRD dan Pemkab Kukar bersinergi dalam merancang program jangka menengah dan panjang.
“Kesinambungan pembangunan harus dijaga. Jangan sampai proyek jalan hulu berhenti di tengah jalan karena pergantian anggaran atau prioritas,” ujarnya.
Legislator PDIP itu berjanji akan mengawal setiap pagu anggaran di DPRD, memastikan tidak ada pemotongan yang merugikan kawasan hulu.
“Kami akan bersama-sama eksekutif memantau realisasi fisik dan serapan dana. Jika ada hambatan, akan segera kami bawa ke rapat gabungan,” tambahnya.
Sebagai penutup, Taufik menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar urusan beton dan aspal, melainkan investasi bagi kesejahteraan masyarakat.
“Infrastruktur jalan adalah urat nadi. Ketika urat itu lancar, darah ekonomi mengalir ke seluruh tubuh daerah, membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi semua,” pungkasnya. (Adv)









