Infonusa.co, Tenggarong – Anggota DPRD Kukar Daerah Pemilihan VI, Taufik Ridianur, menekankan pentingnya pemerataan penyelenggaraan event wisata berbasis desa sebagai upaya strategis menggerakkan ekonomi lokal.
Menurutnya, kegiatan seperti Koba Fest 2 yang baru saja digelar di Kota Bangun telah terbukti memberikan dampak positif signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Koba Fest 2 bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga platform promosi produk dan jasa masyarakat desa,” ujarnya pada Senin (7/7/2025).
Ia mengungkapkan bahwa rata-rata pendapatan para pelaku UMKM yang berpartisipasi mencapai Rp 400.000 hingga Rp 600.000 per malam, menandakan potensi ekonomi kreatif desa yang luar biasa.
Lebih jauh, Legislator PDIP ini menjelaskan, keberhasilan Koba Fest 2 mendorong keinginannya agar Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar dapat mereplikasi event serupa di seluruh kecamatan, termasuk tujuh kecamatan di wilayah hulu.
“Pemerataan event wisata akan menciptakan peluang baru bagi pelaku UMKM di setiap desa, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi lebih inklusif,” katanya.
Menurut Taufik, salah satu kunci keberlanjutan program ini adalah kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas lokal untuk bersama-sama merancang, membiayai, dan mengelola event wisata desa.
“Dengan dukungan investor dan sponsor lokal, kita bisa memastikan event tidak hanya berjalan sekali saja, tetapi berkelanjutan. Pemerintah menyediakan regulasi dan fasilitasi, swasta menyediakan modal, dan masyarakat menjaga konten budaya serta produk lokal,” jelasnya.
Taufik juga menyoroti aspek pemberdayaan SDM lokal. Dia mengusulkan, pelatihan manajemen event, pemasaran digital, dan pengemasan produk bagi warga desa yang menjadi ujung tombak pelaksanaan festival.
“SDM terampil akan meningkatkan kualitas event dan pengalaman pengunjung, yang pada gilirannya mendongkrak omset UMKM,” tutupnya. (Adv)









