Tak Boleh Mandek di Jalan Rusak, Agusriansyah Soroti Pembangunan Sekolah Tanpa Akses Memadai

- Jurnalis

Selasa, 8 Juli 2025 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.

Infonusa.co, Samarinda — Ketimpangan akses pendidikan antara kota dan desa di Kalimantan Timur kembali mendapat sorotan. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyoroti ironi pembangunan sekolah di daerah yang tidak diiringi dengan ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai.

Ia menilai, pembangunan gedung tanpa akses transportasi layak menjadi penghambat utama bagi anak-anak di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) untuk menikmati pendidikan yang setara dengan anak-anak di kota.

“Sekolahnya ada, tapi jalannya tidak ada. Ini membuat orang tua enggan menyekolahkan anaknya jauh-jauh, karena risiko dan biaya terlalu tinggi,” kata Agusriansyah.

Menurutnya, pola pembangunan pendidikan yang tidak terintegrasi menunjukkan kurangnya sensitivitas perencanaan terhadap kondisi riil masyarakat di pedalaman. Ia menekankan bahwa kehadiran sekolah semestinya dibarengi dengan sarana penunjang seperti jalan, transportasi, hingga kebutuhan dasar siswa.

Ia pun mengusulkan model pembangunan pendidikan berbasis kawasan terpadu, termasuk penyediaan asrama, dapur umum, dan layanan gizi anak bagi daerah-daerah dengan akses sulit.

“Kita tidak bisa lagi membangun sekolah sebagai proyek fisik semata. Anak-anak di desa butuh akses yang manusiawi untuk bisa belajar,” tegasnya.

Agusriansyah juga menyoroti dominasi pembangunan di wilayah perkotaan, yang menurutnya cenderung mengabaikan kebutuhan pendidikan di pelosok. Ia menyebut hal ini sebagai bentuk ketidakadilan infrastruktur yang sudah berlangsung lama.

“Kalau di kota lengkap dengan laboratorium dan wifi, mengapa di desa hanya dapat papan tulis dan bangku kayu reyot? Di sinilah fungsi keadilan pembangunan diuji,” ungkapnya.

Ia mendorong agar setiap kebijakan pembangunan sekolah dirancang dalam satu paket lengkap—mulai dari sarana fisik, konektivitas, hingga layanan pendukung siswa. Hal itu disebutnya sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap hak pendidikan seluruh anak di Kaltim.

“Pendidikan itu bukan hanya soal gedung, tapi juga soal jalan menuju ke sana. Kalau perlu, kita bangun juga asrama agar anak-anak tidak harus berjalan berkilo-kilometer setiap hari,” pungkasnya.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB