Infonusa.co, Samarinda– SMA 2 Balikpapan selaku inisiator dalam mencegah stunting ditingkat SMA perlahan menggarap Sekolah Siaga Kependudukan (SKK).
Kepala SMA 2 Balikpapan Ririen Friedayati mengatakan bahwa bukan hanya KPPS yang menjadi bentuk pencegahan stunting.
Malainkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai lembaga yang berperan dalam pencegahan stunting khususnya Kota Balikpapan.
“SK SSK kita 7 Juli 2021 dan SK KPPS kita 28 Okt 2022 kemudian untuk peresmiannya sendiri, louncingnya KPPS 3 November 2022,” jelas Ririen Friedayati pada Selasa (21/11/23).
Hal ini sejalan untuk membangun kesadaran dan pengetahuan mengenai masalah kesehatan tersebut, KPPS akan melibatkan siswa-siswi dalam kampanye edukatif, kegiatan sukarela, serta kerja sama dengan pihak terkait.
Sementara itu, SMA 2 Balikpapan juga berupaya menekankan pentingnya pembentukan pemuda yang holistik dengan fokus pada tiga aspek utama. Kesehatan, keceriaan, dan kecerdasan.
Sebagai langkah awal yang diambil KPPS adalah mengunggah sebuah video informatif melalui platform media sosial.
Diharapkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat terlihat dari respons positif yang mendukung upaya mereka.
“Video tersebut menjadi viral dengan cepat, menjangkau banyak kalangan dan memicu kesadaran akan pentingnya mengatasi masalah stunting,” pungkasnya. (ak/adv)









