Sekolah Swasta Meningkat, DPRD Kaltim Minta Pemerintah Tak Tutup Mata

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.

Infonusa.co, Samarinda – Sekolah swasta kini menjadi pilihan unggulan bagi banyak orang tua di Kalimantan Timur. Fenomena ini tidak hanya terjadi di kota besar seperti Samarinda, tapi juga mulai tampak di daerah penyangga.

Menanggapi tren tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim meminta pemerintah provinsi lebih aktif mendukung lembaga pendidikan non-negeri, termasuk melalui alokasi dana hibah yang memadai.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menilai bahwa meningkatnya animo masyarakat terhadap sekolah swasta menunjukkan kepercayaan terhadap mutu layanan pendidikan yang mereka tawarkan.

“Realitasnya, beberapa sekolah dasar negeri kesulitan menjaring murid, sementara sekolah swasta justru kelebihan kapasitas. Ini sinyal kuat bahwa kualitas pendidikan telah menjadi pertimbangan utama masyarakat,” kata Darlis dalam keterangannya.

Ia menekankan perlunya langkah terukur dari pemerintah provinsi dalam merespons situasi ini. Salah satunya dengan memperbesar porsi dukungan anggaran melalui skema hibah untuk sekolah swasta yang memenuhi kriteria mutu.

“Selama ini mereka hanya bergantung pada dana BOS pusat dan daerah. Padahal, mereka juga punya peran strategis dalam mendukung pemerataan akses dan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Menurut Darlis, masyarakat tetap akan memilih sekolah berbayar selama mutu pendidikan, kenyamanan belajar, serta kualitas tenaga pengajar di dalamnya jauh lebih baik dari lembaga sejenis.

Oleh karena itu, ia mendorong agar dukungan dari pemerintah tidak hanya bersifat administratif, tapi juga disertai asistensi, pendampingan, dan kemitraan yang berkelanjutan.

“Pendidikan tidak bisa eksklusif. Negara harus hadir baik di sekolah negeri maupun swasta. Hibah bisa menjadi alat intervensi positif selama tepat sasaran dan transparan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa membangun sistem pendidikan yang sehat dan kompetitif membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bergerak searah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan progresif di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

“Kalau kita ingin pendidikan kita maju, semua elemen harus ikut ambil bagian. Tidak bisa hanya mengandalkan negeri. Swasta juga harus dirangkul dan diperkuat,” pungkas Darlis. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru