Infonusa.co, Tenggarong – Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Safruddin, mengungkapkan perkembangan program pengembangan budidaya rumput laut yang kini telah memasuki tahap industri hilir.
Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah desa dan kelompok pemuda di Kecamatan Muara Badak, khususnya di Salok Sumbala, telah menjalankan pembudidayaan rumput laut secara mandiri.
“Di Salok Sumbala, kami sudah mendukung pembentukan empang-empang rumput laut yang dikelola oleh Pemuda Muara Badak,” ujar Safruddin, Senin (11/8/2025).
Langkah berikutnya adalah pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Badak Ulu. Menurut Safruddin, bangunan pabrik kini telah rampung dan hanya menunggu peralatan serta uji coba operasional sebelum bisa berproduksi secara komersial.
“Pabrik rumput laut di Badak Ulu tinggal dioperasikan. Ini akan mengubah rantai nilai dari hulu ke hilir, menjadikan rumput laut bukan hanya komoditas basah, tapi juga produk olahan bernilai tambah,” jelasnya.
Dia menekankan, sinergi antara DPRD, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal sangat krusial.
Ia berjanji akan terus mengawal agar perizinan dan dukungan infrastruktur listrik serta akses jalan menuju pabrik dapat tuntas sebelum akhir tahun.
“Seluruh stakeholder harus bersinergi. Dari pendampingan teknis budidaya, transportasi, hingga pemasaran hasil olahan harus terpadu,” tutupnya. (Adv)









