Infonusa.co, Tenggarong – Pergeseran tanah yang terjadi di tepi Sungai Mahakam, khususnya di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Sopan Sopian.
Kata dia, pergeseran tanah ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga apabila dibiarkan berlarut-larut.
Oleh karena itu, ia menilai penting adanya penanganan cepat, baik melalui langkah darurat maupun solusi jangka panjang yang terencana.
“Minggu depan ini kita akan berkunjung ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk membahas tindak lanjut solusi yang dapat diterapkan. Kita tidak bisa membiarkan masalah ini berlama-lama tanpa kepastian, karena ada keselamatan masyarakat yang dipertaruhkan,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Dalam tahap awal, kata Sopan, solusi darurat yang diusulkan adalah melakukan normalisasi pada parit-parit kecil di sekitar lokasi terdampak. Langkah ini dinilai dapat membantu memperlancar aliran air sehingga mengurangi tekanan pada tanah yang rawan bergeser.
Untuk jangka panjang, ia menegaskan, normalisasi tidak cukup hanya pada parit kecil, tetapi juga harus menyasar parit-parit besar. Dengan pengelolaan aliran air yang lebih teratur, maka potensi pergeseran tanah bisa diminimalisir secara berkelanjutan.
“Normalisasi pada parit besar ini sangat penting agar aliran air tidak menumpuk di satu titik. Kalau aliran air lancar, tanah akan lebih stabil,” jelasnya.
Selain itu, Sopan juga menyoroti kondisi rumah warga yang sudah ikut terdampak akibat pergeseran tanah tersebut.
Ia menilai perlu adanya kajian dari tim ahli, baik dari sisi geologi maupun konstruksi, untuk meneliti kondisi tanah dan bangunan secara teknis.
“Kalau memang ada rumah warga yang sudah ikut bergeser, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada tim ahli yang turun menilai kondisi di lapangan. Kita tidak mau mengambil keputusan tanpa dasar teknis, karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)









