Pergeseran Tanah Ancam Pemukiman Warga Kota Bangun, DPRD Kukar Minta Kajian Teknis Tim Ahli

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sopan Sopian Anggota DPRD Kukar Dapil VI. (Istimewa)

Sopan Sopian Anggota DPRD Kukar Dapil VI. (Istimewa)

Infonusa.co, Tenggarong – Pergeseran tanah yang terjadi di tepi Sungai Mahakam, khususnya di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Sopan Sopian.

Kata dia, pergeseran tanah ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga apabila dibiarkan berlarut-larut.

Oleh karena itu, ia menilai penting adanya penanganan cepat, baik melalui langkah darurat maupun solusi jangka panjang yang terencana.

“Minggu depan ini kita akan berkunjung ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk membahas tindak lanjut solusi yang dapat diterapkan. Kita tidak bisa membiarkan masalah ini berlama-lama tanpa kepastian, karena ada keselamatan masyarakat yang dipertaruhkan,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Dalam tahap awal, kata Sopan, solusi darurat yang diusulkan adalah melakukan normalisasi pada parit-parit kecil di sekitar lokasi terdampak. Langkah ini dinilai dapat membantu memperlancar aliran air sehingga mengurangi tekanan pada tanah yang rawan bergeser.

Untuk jangka panjang, ia menegaskan, normalisasi tidak cukup hanya pada parit kecil, tetapi juga harus menyasar parit-parit besar. Dengan pengelolaan aliran air yang lebih teratur, maka potensi pergeseran tanah bisa diminimalisir secara berkelanjutan.

“Normalisasi pada parit besar ini sangat penting agar aliran air tidak menumpuk di satu titik. Kalau aliran air lancar, tanah akan lebih stabil,” jelasnya.

Selain itu, Sopan juga menyoroti kondisi rumah warga yang sudah ikut terdampak akibat pergeseran tanah tersebut.

Ia menilai perlu adanya kajian dari tim ahli, baik dari sisi geologi maupun konstruksi, untuk meneliti kondisi tanah dan bangunan secara teknis.

“Kalau memang ada rumah warga yang sudah ikut bergeser, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada tim ahli yang turun menilai kondisi di lapangan. Kita tidak mau mengambil keputusan tanpa dasar teknis, karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota
Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif
Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar
DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa
Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner
DPRD Kukar Soroti Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Muara Muntai
Ketua DPRD Kukar Minta Program Rp150 Juta per RT Dikaji Ulang
Ketua DPRD Kukar Desak Evaluasi HGU PT BDA
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 September 2025 - 18:22 WIB

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota

Sabtu, 6 September 2025 - 17:11 WIB

Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif

Sabtu, 6 September 2025 - 17:02 WIB

Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar

Sabtu, 6 September 2025 - 16:59 WIB

DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa

Sabtu, 6 September 2025 - 16:39 WIB

Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner

Berita Terbaru