Minim Sentuhan Sosial, Deni Nilai Program Penataan Kawasan Kumuh Samarinda Terancam Mandek

- Jurnalis

Jumat, 4 Juli 2025 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.

Infonusa.co, Samarinda – Rencana ambisius Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menata kawasan kumuh mulai menuai sorotan. Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga ini justru dinilai kurang menyentuh aspek sosial yang paling mendasar yakni, keterlibatan dan kesiapan masyarakat terdampak.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Deni Hakim Anwar mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pendekatan teknokratis yang terlalu dominan dalam pelaksanaan program ini.

Menurutnya, proyek tersebut berisiko gagal jika tidak dibarengi dengan komunikasi yang intens dan terbuka kepada masyarakat.

“Tidak bisa hanya mengandalkan rencana teknis. Kalau masyarakat belum diberi pemahaman dan ruang untuk bersepakat, program ini akan stagnan,” ungkap Deni.

Dirinya menilai banyak warga yang tinggal di wilayah sasaran masih bingung dan cemas terhadap nasib mereka. Tanpa kejelasan mekanisme relokasi atau jaminan ganti rugi, mereka merasa seolah-olah diabaikan dalam proses pengambilan keputusan.

“Bukan hanya soal infrastruktur. Ini tentang kehidupan orang banyak. Jika warga hanya disuruh pindah tanpa kejelasan, bagaimana bisa mendukung?” tegasnya.

Deni juga menyebut bahwa ketergantungan Pemkot pada capaian fisik semata justru mengabaikan aspek emosional dan psikologis warga. Minimnya sosialisasi dinilainya membuat kepercayaan publik terhadap program ini merosot drastis.

“Yang terjadi saat ini adalah proyek jalan dulu, sosialisasi belakangan. Padahal pendekatan manusiawi jauh lebih penting di tahap awal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Deni mengungkapkan bahwa penataan kawasan kumuh sebenarnya bukan gagasan baru. Program ini sudah lama masuk dalam rencana strategis Pemkot. Namun, hingga pertengahan tahun berjalan, langkah konkret masih minim dan baru menyentuh penyusunan konsep di atas kertas.

“Tahap pelaksanaan belum benar-benar dimulai. Progresnya masih pada tataran konsep, belum menyentuh realitas lapangan,” tambahnya.

Untuk tahun ini, Pemkot hanya menargetkan penanganan di area seluas 7 hektare, jauh dari total 75 hektare kawasan kumuh yang telah teridentifikasi. Selain itu, ruang intervensi pemerintah dibatasi hanya pada area dalam radius 10 meter dari jalan utama, yang semakin mempersempit ruang gerak perbaikan.

“Semua harus dilakukan bertahap, tidak bisa sekaligus. Tapi tanpa dukungan warga, target sekecil apa pun bisa gagal,” pungkas Deni.(Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi
Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi
Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir
Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan
Terbentur Keterbatasan Anggaran Wisata, Legislatif Samarinda Dorong Terobosan Wisata Budaya di Desa Pampang
Bahas Raperda LPJ APBD 2025, DPRD Samarinda Kaji Utang, Piutang, dan Aset Pemkot
Investasi Terus Meroket, Celni Pita Sari Nilai Samarinda Kian Dilirik untuk Ekspansi Bisnis
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:21 WIB

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban

Kamis, 3 September 2026 - 16:19 WIB

Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi

Kamis, 3 September 2026 - 16:17 WIB

Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi

Rabu, 2 September 2026 - 16:15 WIB

Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir

Rabu, 2 September 2026 - 16:11 WIB

Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan

Berita Terbaru