Minat Rendah, Rekrutmen Dokter Spesialis di Kaltim Terkendala Sistem dan Antusiasme

- Jurnalis

Rabu, 2 Juli 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra.

Infonusa.co, Samarinda – Upaya menambah jumlah dokter spesialis di Kalimantan Timur masih menemui jalan terjal. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyatakan bahwa hingga saat ini kebutuhan akan tenaga medis spesialis di sejumlah wilayah, terutama daerah terpencil, belum terpenuhi secara optimal.

Menurutnya, persoalan kekurangan dokter bukan semata-mata karena kurangnya kuota atau dana, tetapi juga akibat kerumitan dalam sistem rekrutmen dan regulasi kepegawaian yang tumpang tindih.

“Menarik dokter spesialis untuk masuk ke sistem pelayanan publik itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk soal formasi ASN yang melibatkan BKN dan mekanisme pusat,” jelas Sarkowi.

Ia menegaskan bahwa idealnya distribusi dokter spesialis di Kaltim bisa mengacu pada kebutuhan per wilayah dan rasio penduduk. Namun realitas di lapangan menunjukkan ketimpangan yang masih cukup tinggi, terutama di wilayah pedalaman yang jauh dari pusat layanan kesehatan.

“Kita ingin ada pemerataan. Setiap kabupaten atau daerah terluar harus punya akses dokter spesialis. Tapi saat kuotanya sudah dibuka, justru jumlah peminatnya tidak sebanding,” katanya.

Sarkowi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman untuk merancang pola rekrutmen yang lebih kontekstual. Salah satu wacana yang dibahas adalah membuka jalur seleksi khusus bagi calon dokter dari daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan).

“Orang dari daerah, kalau dikasih kesempatan, biasanya punya komitmen lebih tinggi untuk kembali dan mengabdi di tempat asalnya. Ini harus mulai kita dorong sejak dari bangku pendidikan,” ujarnya.

Ironisnya, menurut Sarkowi, ketika formasi untuk dokter dari daerah terpencil ditambah tahun lalu, jumlah pendaftar justru menurun drastis. Ia menyebut fenomena ini sebagai “kontradiksi kebijakan” yang perlu dikaji lebih dalam.

“Sudah dibuka ruangnya, tapi antusiasmenya turun. Ini sinyal bahwa mungkin strategi promosinya salah, atau insentif yang ditawarkan belum cukup menarik,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya merumuskan strategi rekrutmen tenaga medis yang tidak hanya administratif, tapi juga berbasis pendekatan sosial dan kebutuhan daerah. Menurutnya, solusi harus dirancang jangka panjang dan terintegrasi.

“Rekrutmen tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis, harus jadi program lintas sektor. Bukan cuma soal teknis pengangkatan, tapi juga soal insentif, jaminan karier, dan jangkauan fasilitas,” tutup Sarkowi.

DPRD Kaltim berkomitmen terus mendorong kebijakan yang mendukung keberadaan tenaga medis secara merata, demi menjamin layanan kesehatan yang adil dan setara bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru