Infonusa.co, Tenggarong – Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani melakukan kegiatan reses di Desa Bakungan sebagai bagian dari komitmennya untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, Rabu (6/7/2025).
Kunjungan ini, menjadi wadah dialog terbuka antara wakil rakyat dengan warga, yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga, pelaku UMKM, serta petani dan pekebun lokal.
Dalam dialog tersebut, Yani mengungkapkan bahwa meskipun sejumlah tokoh masyarakat Desa Bakungan telah menyampaikan permintaan terkait infrastruktur, ternyata masyarakat akar rumput justru memiliki kebutuhan mendesak lainnya, terutama di sektor ekonomi produktif seperti perikanan, pertanian, perkebunan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Saat bertemu langsung dengan masyarakat, terutama ibu-ibu, mereka menyampaikan keinginan agar ada bantuan yang bisa menunjang usaha mereka. Bukan hanya infrastruktur, tapi juga dukungan nyata seperti bantuan bibit, alat pertanian, bantuan perikanan, hingga modal usaha kecil,” ujarnya.
Namun, persoalan utama yang dihadapi masyarakat adalah sulitnya pembentukan kelompok penerima bantuan. Menurut penuturan warga, pembentukan kelompok usaha seringkali mengalami hambatan karena tidak mendapat restu atau dukungan dari kepala desa, dengan alasan bahwa kelompok yang ada sudah terlalu banyak.
Menanggapi hal ini, Politikus PDIP tersebut menegaskan, pentingnya keterbukaan dalam pembentukan kelompok masyarakat.
Ia mendorong agar setiap warga yang ingin membentuk kelompok, khususnya yang beranggotakan lebih dari 10 orang, diberikan kesempatan dan tidak dihambat oleh birokrasi desa.
“Kalau kelompoknya dibatasi, yang dirugikan masyarakat sendiri. Justru dengan semakin banyak kelompok, maka kesempatan untuk mendapatkan bantuan juga semakin besar. Ini soal pemerataan dan keadilan. Jangan sampai bantuan hanya berputar di kelompok yang itu-itu saja,” tegasnya.
Selain itu, Yani juga menyoroti pentingnya peran kelompok dalam mengakses berbagai bentuk dukungan, termasuk program pembiayaan bunga nol persen dari perbankan dan bantuan program pemerintah.
Pasalnya, kelompok dinilai sebagai pintu masuk penting untuk menyalurkan bantuan yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Kami berharap ke depan kelompok-kelompok ini bisa menjadi sarana pemberdayaan, terutama bagi ibu-ibu yang tidak terserap di sektor formal seperti perusahaan. Kalau perusahaan tidak bisa menampung mereka bekerja, maka negara dan pemerintah daerah harus hadir memberdayakan mereka melalui usaha produktif kelompok,” jelasnya.
Ia mencontohkan kelompok tani, kelompok nelayan, dan kelompok UMKM sebagai entitas yang bisa diberdayakan untuk membangun ekonomi desa dari bawah. Dengan adanya kelompok-kelompok tersebut, pemerintah daerah maupun lembaga keuangan dapat lebih mudah menyalurkan program bantuan modal, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha.
Lebih lanjut, Ketua DPRD Kukar menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong adanya regulasi atau kebijakan daerah yang mendukung pembentukan kelompok secara mandiri oleh warga. Selain itu, ia akan meminta Dinas terkait agar proaktif mendampingi masyarakat dalam membentuk kelompok dan mengajukan bantuan.
“Kami ingin ke depan tidak ada lagi istilah ‘susah bikin kelompok’ atau ‘tidak disetujui desa’. Kelompok itu hak warga. Selama mereka memenuhi syarat, harus difasilitasi. Kami di DPRD siap memperjuangkan agar semua warga punya kesempatan yang sama,” tandasnya.
Reses di Desa Bakungan ini juga membuka peluang bagi DPRD Kukar untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja perangkat desa dalam hal distribusi program bantuan. Yani menegaskan, keadilan dan pemerataan akan menjadi fokus utama DPRD dalam menyusun kebijakan anggaran ke depan, terutama untuk sektor ekonomi rakyat.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku usaha kecil, untuk aktif membentuk kelompok dan menyampaikan aspirasinya. Dia memastikan, suara mereka akan diperjuangkan di tingkat legislatif.
“Kita ingin masyarakat Bakungan dan seluruh Kukar ini mandiri secara ekonomi. Salah satu caranya ya melalui penguatan kelompok-kelompok masyarakat. Pemerintah dan DPRD akan hadir dan membantu selama masyarakat juga aktif dan bersatu,” tutupnya. (Adv)









