Ketua Bapemperda DPRD Kaltim Soroti Penempatan Sekolah Rakyat: “Jangan Hanya Ganti Nama”

- Jurnalis

Rabu, 9 Juli 2025 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu. (Ist)

Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu. (Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin Demmu, menyampaikan kritik tajam terhadap penempatan proyek Sekolah Rakyat yang saat ini lebih banyak dibangun di kawasan perkotaan.

Menurutnya, program yang seharusnya menyasar masyarakat prasejahtera justru mulai melenceng dari tujuan awal.

Ia menilai, pembangunan Sekolah Rakyat di kota-kota besar seperti Samarinda, Tenggarong, Penajam, dan Tanjung Redeb tidak merepresentasikan semangat pemerataan pendidikan.

“Kalau konsep awalnya untuk menjangkau mereka yang kesulitan mengakses sekolah, kenapa malah dibangun di pusat kota yang sudah penuh fasilitas?” kritiknya.

Sebagai anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin menegaskan perlunya pedoman teknis yang tegas dan transparan dalam menentukan lokasi pembangunan sekolah. Tanpa itu, ia khawatir Sekolah Rakyat hanya menjadi proyek simbolis tanpa dampak nyata bagi warga di pelosok.

Ia juga menyoroti minimnya peran legislatif dalam penyusunan kebijakan teknis program tersebut. Menurutnya, pelibatan DPRD sangat penting agar kebijakan benar-benar berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Kami tidak menolak gagasan pusat. Tapi daerah harus diberi ruang untuk menyesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi lokal,” tegas politisi asal Kutai Kartanegara itu.

Baharuddin bahkan mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan petunjuk teknis yang mencakup indikator kebutuhan wilayah, agar proyek ini tidak terjebak pada pendekatan administratif semata.

Ia mengingatkan bahwa nama “Sekolah Rakyat” bukan sekadar label. “Jangan sampai sekolah ini hanya ganti nama dari sekolah formal biasa. Harus hadir di tempat yang betul-betul kekurangan akses pendidikan,” ucapnya.

Dengan kritik ini, Baharuddin berharap seluruh pihak yang terlibat dalam program dapat kembali ke semangat awalnya, menyediakan akses pendidikan merata untuk masyarakat tertinggal, bukan sekadar membangun di tempat yang sudah nyaman.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru