Kecamatan Tabalar Belum Mempunyai SMA, Sutomo Jabir Minta Pemprov Kaltim Membuka Mata

- Jurnalis

Kamis, 26 Oktober 2023 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir.

Foto: Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir.

Infonusa.co, Samarinda – Kecamatan Tabalar di Kabupaten Berau yang belum memiliki fasilitas Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga saat ini, tentu ini sebagai bukti bahwa belum meratanya fasilitas pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim)

Kondisi ini dibeberkan langsung Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Sutomo Jabir. Ia mengaku sangat kecewa atas kondisi tersebut, menurutnya ini sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan yang menjadi hak dasar masyarakat.

Besarnya anggaran yang setiap tahun dialokasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sangat ia sayangkan karena tidak sampai menyentuh variabel dasar pendidikan, masih ada daerah yang tak memiliki sarana Pendidikan, terlebih saat ini Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tengah menerapkan sistem zonasi yang tentunya hal itu juga akan ikut berdampak.

“Di Kecamatan Tabalar tidak ada SMA, ini kan sangat miris apabila anak-anak harus mengakses jauh untuk ke sekolah,” ujar Jabir.

Sistem zonasi mendorong supaya setiap wilayah dapat tersedia sarana fasilitas pendidikan, ketika dalam suatu wilayah tak ditemukan sarana tersebut, maka akan sulit menerima siswa yang letaknya jauh dari lokasi tersebut.

“Kalau misalnya mereka harus terpaksa masuk di sekolah swasta dengan biaya besar, kasihan kalau seperti itu terus mau sampai kapan,” tutur Jabir dengan ekspresi geram.

Legislator Kaltim itu dengan tegas meminta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur bisa membuka mata memperhatikan setiap wilayah yang ditemukan tak memiliki sarana infrastruktur sekolah, karena ini masalah dasar yang harus dipecahkan solusinya guna meningkatkan kapasitas pendidikan Sumber Daya Masyarakat (SDM) setempat.

“Seharusnya perlu diperhatikan, karena kalau bicara anggaran pastinya mandatori peraturan yang ada mengenai alokasi APBD untuk sektor pendidikan sebesar 20 persensaya rasa bisa menyediakan pembangunan infrastruktur pendidikan,” tutupnya. (MR/ADV)

Berita Terkait

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Banjir Terjadi di Banyak Wilayah, DPRD Kaltim Nilai Penanganan Harus Berskala Nasional
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru