Infonusa.co, Tenggarong – Kegiatan Reses 25 anggota DPRD Kutai Kartanegara dijadwalkan berlangsung serentak pada 4 hingga 8 Agustus 2025 di masing-masing daerah pemilihan (Dapil).
Mohammad Jamhari, anggota DPRD Kukar dari Dapil V, menyatakan bahwa dirinya memilih menjadwalkan kegiatan reses pada hari terakhir karena kendala teknis terkait anggaran yang belum turun sepenuhnya.
“Reses saya dijadwalkan di hari terakhir. Kita menunggu anggaran reses yang belum turun juga, jadi masih menunggu kejelasan itu. Semoga dalam waktu dekat ini bisa segera digunakan untuk kegiatan,” ujarnya pada Rabu (6/8).
Jamhari menjelaskan bahwa agenda reses bukan hanya sekadar pertemuan formal antara anggota legislatif dan masyarakat, melainkan merupakan momen penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di wilayah dapilnya.
Dalam beberapa kali pelaksanaan reses sebelumnya, ia mengaku selalu merujuk pada hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdesa) dan masukan dari konstituen secara langsung.
“Saya selalu menjadikan Musrenbangdesa sebagai patokan utama. Kita berkoordinasi dengan pemerintah desa, kepala dusun, RT, dan tokoh masyarakat, lalu kita gabungkan dengan masukan langsung dari konstituen,” jelasnya.
Menurutnya, dengan mengacu pada Musrenbang, usulan yang dibawa ke tingkat legislatif menjadi lebih sinkron dengan program pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah desa.
Hal ini juga menjadi bentuk sinergi antara perencanaan pembangunan tingkat bawah dengan fungsi legislasi dan penganggaran yang dijalankan oleh DPRD.
Ketika ditanya mengenai sektor pembangunan yang paling banyak disuarakan masyarakat dalam kegiatan reses sebelumnya, Jamhari menyebut bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur jalan masih menjadi prioritas utama.
Ia menilai persoalan aksesibilitas, terutama di wilayah pedalaman dan desa-desa terpencil, masih menjadi keluhan dominan dari warga.
“Saya banyak menerima usulan perbaikan jalan dan infrastruktur dasar lainnya. Karena memang masyarakat paling merasakan dampaknya langsung, terutama saat musim hujan. Jalan rusak bisa mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil V yang meliputi sejumlah wilayah dengan kondisi geografis yang cukup menantang, Jamhari menegaskan komitmennya untuk terus mengawal usulan-usulan tersebut agar masuk dalam agenda pembangunan daerah.
“Insya Allah apa yang menjadi aspirasi warga, terutama soal jalan, drainase, dan infrastruktur lainnya, akan kita perjuangkan. Kita bawa ke rapat-rapat pembahasan anggaran dan rekomendasi DPRD agar mendapat perhatian dari eksekutif,” tegasnya. (Adv)









