Jalur Jongkang-Loa Lepu Dinilai Layak Jadi Sentra Kuliner Baru, DPRD Minta Pemkab Kukar Bertindak

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin.

Infonusa.co, Samarinda — Jalan penghubung Jongkang hingga Loa Lepu di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai dilirik sebagai kawasan potensial pengembangan ekonomi rakyat. Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, menyebut bahwa wilayah ini memiliki prospek besar untuk dijadikan pusat kuliner sekaligus penggerak roda UMKM setempat.

“Kini jalur tersebut jadi pilihan utama pengendara dari dan ke Tenggarong. Pergerakan lalu lintasnya padat. Itu artinya ada peluang besar bagi ekonomi rakyat untuk tumbuh,” ucap Salehuddin.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kukar, ia menilai geliat warga yang secara mandiri membuka warung dan usaha di pinggir jalan harus segera disambut dengan kebijakan penguatan. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh hanya menjadi penonton.

“Sudah ada inisiatif dari masyarakat. Pemerintah tinggal menyusul dengan konsep penataan dan pengembangan yang matang,” lanjutnya.

Bukan sekadar peluang kuliner, Salehuddin menilai kawasan ini juga dapat menjadi magnet wisata berbasis lokal, sekaligus membuka lapangan kerja baru. Apalagi, dengan peningkatan infrastruktur, waktu tempuh di jalur tersebut kini jauh lebih efisien—hanya 20 menit dibanding sebelumnya hampir satu jam.

“Dengan efisiensi akses seperti ini, kawasan bisa didorong jadi destinasi lokal baru yang menggabungkan wisata, kuliner, dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan perlunya dukungan fasilitas publik seperti tempat parkir yang memadai, sistem drainase yang baik, dan tata kelola sampah yang terintegrasi.

Tak hanya itu, ia mendorong adanya sinergi lintas sektor—terutama dari Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan, dan dinas teknis lainnya—untuk menyusun rencana pengembangan berbasis kebutuhan lokal dan prinsip berkelanjutan.

“Jangan hanya pikirkan bentuk fisik, tapi juga pikirkan pengelolaannya ke depan. Keterlibatan pelaku UMKM, komunitas, bahkan aparat desa penting untuk keberlangsungan kawasan,” katanya.

Lebih jauh, Salehuddin juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Kukar menyusun dasar hukum berupa regulasi khusus guna menjamin kepastian tata ruang dan legalitas aktivitas usaha masyarakat.

“Kalau dibiarkan liar tanpa regulasi, potensi konflik akan muncul. Pemerintah harus hadir dengan aturan yang memberi kepastian dan perlindungan bagi semua pihak,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa warga telah mengambil langkah awal. Kini giliran pemerintah untuk turun tangan dan mengarahkan agar perkembangan kawasan berjalan teratur dan inklusif.

“Potensi sudah di depan mata. Tinggal kemauan pemerintah untuk menjemputnya,” pungkas Salehuddin.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Soroti Aksi Warga Tambal Jalan Swadaya, Abdul Rohim Desak Pemkot Samarinda Dahulukan Infrastruktur Dasar
Genjot Target PAD, Iswandi Ingatkan Pemkot Samarinda Wajib Hindari Kebijakan yang Bebankan Warga
Anhar Sebut Perubahan Kebijakan Gagal Atasi Masalah Klasik Penerimaan Siswa Baru
SPMB 2026 Diwarnai Keluhan Publik, Ronal Desak Disdikbud Samarinda Dorong Evaluasi Jalur Prestasi hingga Domisili
RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:28 WIB

Soroti Aksi Warga Tambal Jalan Swadaya, Abdul Rohim Desak Pemkot Samarinda Dahulukan Infrastruktur Dasar

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:24 WIB

Genjot Target PAD, Iswandi Ingatkan Pemkot Samarinda Wajib Hindari Kebijakan yang Bebankan Warga

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:21 WIB

Anhar Sebut Perubahan Kebijakan Gagal Atasi Masalah Klasik Penerimaan Siswa Baru

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:16 WIB

SPMB 2026 Diwarnai Keluhan Publik, Ronal Desak Disdikbud Samarinda Dorong Evaluasi Jalur Prestasi hingga Domisili

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Berita Terbaru