Isu Munculnya Covid 19 jadi Sorotan Yenni Eviliana, Minta Penanganan Cepat dari Pemprov Kaltim

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana.

Infonusa.co, Samarinda – Akhir-akhir ini kembali beredar kabar yang tak mengenakkan dari munculnya dugaan kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dugaan tersebut menjadi kekhawatiran bagi masyarakat yang merasa virus tersebut akan kembali menjadi ancaman bagi kesehatan.

Mwnyikapi Kekhawatiran tersebut, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, segera meminta pihak pemerintah untuk mengambil tindakan dalam menepis kabar tersebut dan mencari solusi agar tidak adanya potensi penyeberan ke masyarakat luas dari virus yang muncul kembali.

“Yang pertama evakuasi, kalau memang ini benar COVID. Agar tidak menyebar secara luas, kemudian harus cepat tanggap darurat,” tegasnya.

Yenni kembali menggambarkan kejadian di tahun 2019 yang sedemikan masifnya penyebaean dari virus yang disebut Corona itu. Ia tak ingin akibat lambatnya penanganan menyebabkan penyebaran dari Covid semakan besar dan membuat kesehatan masyarakat terganggu kembali.

“Kalau ini tidak segera ditangani dengan cepat, bisa saja menyebar ke masyarakat yang lain seperti 2019 lalu,” pintanya.

Dengan demikian, Yenni juga menyerukan himbauan ke seluruh masyarakat agar tetap menjaga kestabilan mental serta waspada untuk selalu menjaga kesehatan kapanpun dan dimanapun. Agar virus yang diduga muncul ini tak dapat tertutlar dengan mudahnya.

“Kalau mengulang 2019 lalu ya tetap jaga kesehatan, kebersihan diri, minum vitamin, cuci tangan dan jangan sembarangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyampaikan bahwa daya tahan tubuh merupakan kunci utama dalam menghadapi virus, termasuk jika ada varian baru yang tengah berkembang.

“Covid ini kan tergantung imun tubuh masing-masing. Walaupun informasi yang saya dapat di media sosial katanya virus ini baru, tapi apapun jenisnya kita tetap harus jaga kesehatan dan kebersihan diri,” jelas Yenni.

Terkait dugaan kasus baru ini, ia menyebutkan bahwa sampel masih dalam proses uji laboratorium dan meminta Pemerintah Provinsi Kaltim untuk bersikap terbuka dan cepat memberikan informasi resmi kepada masyarakat.

“Sampelnya masih proses menunggu hasil. Harapannya, Pemprov Kaltim bisa cepat tanggap dan juga terbuka dalam memberikan informasi terkait kasus baru ini,” tandasnya berharap.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru