Hadapi IKN, Sigit Harap Kaltim Manfaatkan Industri Pertanian demi Pasok Kebutuhan Pangan

- Jurnalis

Rabu, 30 Oktober 2024 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim Sigit Wibowo

Anggota DPRD Kaltim Sigit Wibowo

Infonusa.co, Samarinda –  Kementrian Pertanian telah mempunyai konsep dan strategi dalam mekanisasi pertanian guna mengembangkan industri pertanian di Indonesia, sehingga bisa lebih efektif dalam mengelola hasil pertanian.

Menanggapi hal tersebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sigit Wibowo melihat bagaimana pengusaha pertanian di luar negeri mengelola pertanian dengan baik, mulai dari menyiapkan lahan serta alat – alat yang di butuhkan untuk bergerak.

Dirinya juga menanggapi pengelolaan pertanian di Indonesia khususnya Kalimantan Timur masih belum maksimal dan merasa Sumber Daya Manusia (SDM) nya belum mampu untuk menjalankan hal tersebut.

“Kalau kita tradisional masih, kita masih pakai tenaga manusia. Jadi ketika orang – orang yang mau bekerja pakai tenaga tradisional kan tidak mampu. Kemudian keinginan besar untuk langsung bertani kan tidak ada, terutama kaltim,” ucap Sigit.

Sigit mengungkapkan, adanya kementrian Transmigrasi akan mengundang orang – orang dari luar daerah untuk membantu mengelola lahan pertanian yang ada di Kaltim. Sebab, masyarakat Kaltim juga butuh pasokan pangan yang cukup banyak.

“Kalau dari sisi pangan kita memang masih bergantung dari sebelah – sebelah kita, Kalsel, NTT, NTB, Jawa, Sulawesi. Makanya tata ruang mereka itu mengikuti dimana Ibu Kota Nusantara berada”, ungkapnya.

Anggota Dewan dari Dapil Balikpapan itu membeberkan, Sulawesi Selatan telah adakan study banding ke Kaltim guna membahas pemindahan dan penyesuaian tata ruang mereka di Ibukota.

Sigit ingin pengusaha – pengusaha di Kaltim dapat lebih memaksimalkan lagi lahan pertanian yang ada di daerahnya masing – masing guna memasok kebutuhan pangan yang masih kurang.

“Untuk kebutuhan pangan pasti kita masih bergantung. Tapi kalau pengusaha – pengusaha kaltim mau bergerak di industri pertanian seperti tanam padi, tanam ubi, tanam cokelat dan lain lain dan pakai mesin itu akan berbeda lagi,” Harap Sigit di akhir menutup pembicaraannya.

(Ikhsan/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Banjir Terjadi di Banyak Wilayah, DPRD Kaltim Nilai Penanganan Harus Berskala Nasional
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru