Guntur Dorong BUMD Kelola Sungai Mahakam, Tekankan Potensi PAD dan Solusi Banjir

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur

Infonusa.co, Samarinda — Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Guntur, mengusulkan pelibatan langsung Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaan Sungai Mahakam.

Menurutnya, langkah ini tak hanya berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga dapat menjadi solusi strategis untuk mengatasi persoalan banjir dan sedimentasi yang kian parah.

“Sungai Mahakam adalah tulang punggung ekonomi kita. Sudah saatnya pemerintah daerah mengambil peran lebih aktif, tidak sekadar jadi penonton,” ujarnya.

Ia menilai pengelolaan sungai selama ini masih terlalu tersentralisasi, dengan dominasi kerja sama bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), tanpa keterlibatan optimal dari daerah. Padahal, jika dikelola oleh BUMD, Mahakam dapat memberi kontribusi riil bagi pembangunan ekonomi dan penanganan lingkungan.

Guntur menyebut pentingnya pembentukan unit usaha khusus di bawah BUMD untuk menangani pengelolaan jalur sungai dan dermaga-dermaga kecil secara profesional.

Skema ini dapat mencakup aktivitas pengangkutan hasil tambang, produk perkebunan, serta mendukung efisiensi logistik antarwilayah.

Ia mencontohkan praktik serupa di Kalimantan Tengah, di mana Sungai Barito dikelola langsung oleh BUMD dan berhasil memberikan pemasukan tetap bagi daerah.

“Potensi PAD dari sektor sungai sangat besar. Kalau kita terus bergantung pada sistem terpusat, kita hanya akan tertinggal,” ucapnya tegas.

Selain keuntungan ekonomi, Guntur menekankan bahwa sungai juga memiliki fungsi ekologis yang harus dijaga. Karena itu, ia mendorong kebijakan pengelolaan Sungai Mahakam yang tidak hanya berorientasi pada transportasi, tapi juga mitigasi risiko lingkungan jangka panjang.

“Ini bukan semata tentang bisnis, tapi tentang keberlanjutan. Sungai adalah aset ekologis yang wajib kita kelola dengan tanggung jawab,” pungkasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru