FJKT Diusulkan Guntur Untuk Masuk Dalam Kalender Budaya Resmi Kaltim

- Jurnalis

Jumat, 18 Juli 2025 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur.

Infonusa.co, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Guntur, mendorong agar Festival Jembayan Kampung Tuha (FJKT) di Desa Jembayan, Kabupaten Kutai Kartanegara, masuk dalam agenda resmi kebudayaan tingkat provinsi.

Menurut Guntur, FJKT tidak sekadar ajang hiburan, tetapi sarat dengan nilai sejarah, spiritual, dan sosial yang lahir dari akar masyarakat. Ia menilai festival ini patut mendapat pengakuan pemerintah karena mampu menjaga identitas budaya lokal.

“Festival ini membawa nilai adat, penghormatan terhadap leluhur, serta gotong royong yang mulai langka di era modern. Sudah saatnya pemerintah daerah memberi pengakuan penuh,” kata Guntur.

Politisi asal Kutai Kartanegara itu menambahkan, FJKT telah rutin digelar selama enam tahun terakhir berkat inisiatif dan swadaya masyarakat. Namun, ia mengingatkan keberlangsungan festival tidak bisa hanya bertumpu pada dana warga.

“Kalau bicara pembangunan berbasis budaya, inilah contohnya. Tinggal bagaimana pemerintah hadir untuk memberi dukungan kelembagaan agar festival masuk dalam program strategis pariwisata dan kebudayaan daerah,” tegasnya.

Salah satu ciri khas FJKT adalah ritual ma’am leluhur atau ziarah ke makam pendiri desa yang menjadi inti acara. Guntur menilai prosesi ini memiliki makna edukatif tinggi dan bisa menjadi media pembelajaran bagi generasi muda tentang sejarah serta nilai adat.

“Anak-anak muda bisa belajar mengenal asal-usul dan tradisi mereka. Ini bentuk pendidikan budaya yang relevan di tengah derasnya arus globalisasi,” ujarnya.

Selain itu, Guntur menilai FJKT juga berperan memperkuat semangat gotong royong antarwarga, sebuah karakter sosial khas desa yang kini mulai memudar. Tahun ini, festival kembali digelar dengan rangkaian kegiatan seperti seni tradisi, ritual adat, aksi sosial, hingga napak tilas sejarah desa.

Guntur berharap ke depan FJKT tidak lagi dipandang sebagai agenda lokal semata, melainkan mendapat tempat di kalender resmi budaya Kaltim.

“Kalau Kaltim ingin serius mengembangkan budaya dan pariwisata, festival seperti FJKT harus menjadi prioritas. Potensinya besar sebagai ikon budaya daerah, tinggal bagaimana pemerintah memberi ruang dan pengakuan,” pungkasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru