Firnadi Soroti Minimnya Perhatian untuk Guru Ngaji, Dorong Kebijakan Kesejahteraan dan Peningkatan Kualitas

- Jurnalis

Selasa, 8 Juli 2025 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan.

Infonusa.co, Samarinda — Meski memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak-anak melalui pendidikan keagamaan, para guru ngaji di Kalimantan Timur dinilai masih jauh dari sejahtera.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menyoroti minimnya insentif dan perhatian terhadap pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), khususnya di wilayah Kutai Kartanegara.

Saat memberikan pelatihan metode Ummi kepada para ustaz dan ustazah beberapa waktu lalu, Firnadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib para guru ngaji yang kerap bekerja sukarela tanpa dukungan memadai.

“Mereka ini pendidik karakter generasi kita, tapi kenyataannya masih banyak yang belum mendapatkan pengakuan maupun insentif yang layak. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Firnadi.

Menurutnya, kontribusi guru ngaji tidak kalah penting dibanding guru formal. Namun dari sisi kebijakan, perhatian terhadap mereka masih sangat minim. Ia mendesak pemerintah daerah agar mulai menyusun skema insentif yang berpihak pada keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an di tingkat akar rumput.

Firnadi juga menilai bahwa pelatihan metode Ummi hanyalah langkah awal. Ia membuka kemungkinan mengadakan pelatihan-pelatihan lanjutan menggunakan pendekatan lain seperti Tilawati atau Qiroati, agar metode pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.

“Pendidikan Al-Qur’an seharusnya tidak dibatasi oleh satu metode. Setiap wilayah dan TPQ punya kebutuhan berbeda. Kita perlu memberi pilihan yang luas,” ungkapnya.

Ia turut menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengadaan fasilitas pengajaran, peningkatan kapasitas guru ngaji, serta memperluas kerja sama lintas sektor demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Ini bukan sekadar soal baca-tulis Al-Qur’an, tapi tentang bagaimana kita membentuk fondasi moral generasi masa depan. Dan itu dimulai dari mereka yang mengajar dengan hati,” pungkas Firnadi.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB