DPRD PPU Soroti Mandeknya Reforma Agraria, Bank Tanah Dinilai Abai Tanggung Jawab

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD PPU, Mahyudin

Anggota Komisi I DPRD PPU, Mahyudin

Infonusa.co, PPU — Polemik reforma agraria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mencuat ke permukaan. Puluhan warga dari Kelurahan Gersik, Pantai Lango, dan Jenebora, Kecamatan Penajam, beberapa waktu lalu menggelar aksi di Kantor Bupati PPU menuntut kejelasan status lahan mereka yang terdampak pembangunan proyek strategis penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Warga menolak klaim lahan relokasi yang dianggap tumpang tindih, serta mendesak pemerintah daerah mempercepat penyelesaian sertifikasi lahan warga yang telah lama digarap namun belum memiliki kepastian hukum.

Anggota Komisi I DPRD PPU, Mahyudin, menilai akar persoalan terletak pada lambannya kinerja Badan Bank Tanah, lembaga yang seharusnya bertanggung jawab mengatur pemanfaatan dan redistribusi lahan di wilayah itu.

“Kami sudah beberapa kali mengundang Bank Tanah untuk rapat dengar pendapat, tapi tidak pernah hadir. Tujuan kami sederhana — ingin tahu luas lahan yang mereka kelola, objeknya apa saja, dan bagaimana mekanisme relokasinya. Tapi sampai sekarang belum ada penjelasan. Padahal isu tanah ini sangat sensitif,” tegas Mahyudin, Rabu (17/9/2025).

Ia mengungkapkan, DPRD menerima banyak laporan dari masyarakat terkait relokasi yang tidak jelas. Ada lahan yang diklaim kosong padahal telah digarap petani bertahun-tahun, sementara penerima relokasi justru menempati tanah milik warga lain.

“Kalau dibiarkan, potensi konflik horizontal sangat besar. Penyelesaiannya harus cepat, dan harus berpihak pada masyarakat,” tambahnya.

Mahyudin menilai, Bank Tanah semestinya tidak hanya berfokus pada penyediaan lahan untuk proyek strategis nasional, tetapi juga memastikan aspek keadilan agraria dan perlindungan masyarakat lokal berjalan selaras.

Namun, hingga kini, laporan progres reforma agraria di PPU belum pernah disampaikan ke DPRD.

“Seharusnya mereka melapor secara terbuka berapa luas lahan yang diambil, siapa penerimanya, dan bagaimana mekanisme relokasinya. Tanpa transparansi, masalah ini akan terus berulang,” ujarnya.

DPRD berencana kembali memanggil pihak Bank Tanah untuk meminta penjelasan resmi dan mendorong penyelesaian konflik lahan secepatnya.

“Kami tidak ingin masyarakat terus resah dan harus turun ke jalan untuk menuntut haknya. Negara seharusnya hadir sebelum konflik terjadi,” tutup Mahyudin.(aw/adv/dprd/ppu)

Berita Terkait

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi
Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi
Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir
Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan
Terbentur Keterbatasan Anggaran Wisata, Legislatif Samarinda Dorong Terobosan Wisata Budaya di Desa Pampang
Bahas Raperda LPJ APBD 2025, DPRD Samarinda Kaji Utang, Piutang, dan Aset Pemkot
Investasi Terus Meroket, Celni Pita Sari Nilai Samarinda Kian Dilirik untuk Ekspansi Bisnis
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:21 WIB

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban

Kamis, 3 September 2026 - 16:19 WIB

Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi

Kamis, 3 September 2026 - 16:17 WIB

Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi

Rabu, 2 September 2026 - 16:15 WIB

Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir

Rabu, 2 September 2026 - 16:11 WIB

Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan

Berita Terbaru