DPRD PPU Nilai Petani Tambak Butuh Solusi Permodalan dan Pemasaran dari Pemerintah

- Jurnalis

Senin, 16 September 2024 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Hasil tambak di wilayah Babulu Laut dan Sebakung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dinilai sangat menjanjikan. Namun, di balik potensi besar tersebut, para petani tambak masih menghadapi berbagai kendala serius, terutama dalam hal permodalan dan pemasaran hasil tambak.

Anggota DPRD PPU, Roman Rading, menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu segera turun tangan untuk memberikan solusi konkret bagi petani tambak agar mereka dapat mengembangkan usaha tambak mereka secara berkelanjutan.

“Hasil mereka luar biasa, cuman permasalahan sekarang ini satu legalitas lahan itu kok masih banyak tidak mengerti letak di mana perbatasannya,” ujar Roman Rading.

Ia menjelaskan bahwa selain masalah permodalan dan pemasaran, banyak petani tambak juga menghadapi ketidakpastian terkait legalitas lahan yang mereka kelola. Legalitas ini sangat penting, karena tanpa status lahan yang jelas, petani sulit mendapatkan akses permodalan dari lembaga keuangan atau bantuan dari pemerintah.

Roman menyoroti bahwa banyak petani tambak di wilayah tersebut belum sepenuhnya memahami batas-batas lahan yang mereka kelola, yang sering kali menyebabkan ketidakpastian dalam pengelolaan tambak.

Hal ini membuat banyak dari mereka ragu untuk berinvestasi lebih lanjut dalam pengembangan tambak, karena takut menghadapi masalah hukum di kemudian hari.

“Yang jelas, intinya kita dari legislator akan mencurahkan perhatian khusus kepada petani tambak di sana,” tambah Roman, menegaskan bahwa DPRD PPU akan memberikan perhatian penuh terhadap isu ini.

Masalah permodalan menjadi salah satu kendala terbesar yang dihadapi oleh para petani tambak. Menurut Roman, tanpa akses permodalan yang memadai, para petani kesulitan untuk meningkatkan skala produksi dan mengoptimalkan hasil tambak mereka.

Banyak dari mereka terjebak dalam siklus usaha yang kecil, karena keterbatasan modal membuat mereka tidak mampu membeli peralatan yang lebih modern atau mengadopsi teknologi budidaya yang lebih efisien. ADV/IB

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB