DPRD PPU Mulai Bahas APBD 2026, Proyeksi Turun Jadi Rp1,9 Triliun

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD PPU, Raup Muin,

Ketua DPRD PPU, Raup Muin,

Infonusa.co, PPU Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) segera memulai pembahasan intensif Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2026. Langkah ini dilakukan setelah rampungnya rapat paripurna penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) terhadap Raperda Perubahan APBD 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2,41 triliun.

Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menyebutkan bahwa nilai APBD murni 2026 diperkirakan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Dalam rancangan awal Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), estimasi anggaran berada di kisaran Rp1,9 hingga Rp2 triliun.

“Minggu depan pembahasan APBD 2026 mulai intensif. Targetnya akhir November sudah tuntas,” ujar Raup, Selasa (30/9/2025).

Menurutnya, proyeksi penurunan anggaran disebabkan oleh kebijakan efisiensi pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Namun, angka final APBD 2026 masih menunggu penyesuaian teknis melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Terjadi penurunan karena efisiensi di awal tahun. Proyeksi 2026 masih menunggu PMK. Usulan pemerintah daerah sekitar Rp1,9 triliun sampai Rp2 triliun, karena masih ada potensi pendapatan yang kita tunggu,” jelasnya.

Meski menghadapi pengetatan fiskal, Raup menegaskan DPRD tetap optimistis pembangunan daerah akan berjalan sesuai rencana. Ia memastikan pembahasan kali ini akan dilakukan secara lebih fokus dan terukur, dengan menitikberatkan pada program prioritas daerah yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.

“Kita pastikan pembahasan tetap tepat waktu dan berbasis prioritas. Fokusnya agar APBD 2026 benar-benar efektif menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.(aw/adv/dprd/ppu)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB