Infonusa.co, Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Sopan Sopian, menyoroti kondisi fasilitas kesehatan di sejumlah desa pedalaman yang masih sangat terbatas.
Menurutnya, hal ini berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, terutama saat terjadi kondisi darurat.
“Banyak warga di pedalaman kalau sakit masih harus menempuh perjalanan jauh ke puskesmas atau rumah sakit. Ini jelas menyulitkan, apalagi untuk warga yang kondisi ekonominya terbatas,” ungkap.
Ia menjelaskan, masih ada beberapa desa di wilayah pemilihannya yang belum memiliki puskesmas pembantu maupun tenaga medis memadai. Bahkan, ada wilayah yang hanya mengandalkan bidan desa dengan fasilitas seadanya.
“Kita sering menerima laporan, ada pasien yang terpaksa dirujuk ke kota karena alat kesehatan di desa belum lengkap. Ini tentu jadi perhatian serius,” tegasnya.
Politikus Gerindra ini menilai, pemerintah daerah harus segera merespons kebutuhan dasar masyarakat tersebut.
Menurutnya, kesehatan adalah hak warga, sehingga penyediaan sarana dan tenaga medis harus menjadi prioritas bersama.
“Kalau jalan bisa dibangun, maka fasilitas kesehatan juga harus merata. Jangan sampai masyarakat di pedalaman merasa dianaktirikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan fasilitas kesehatan juga akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Dengan akses layanan yang mudah, masyarakat bisa lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.
Selain pembangunan infrastruktur kesehatan, Sopan mendorong adanya program jemput bola, misalnya melalui mobil puskesmas keliling yang rutin menyambangi desa-desa.
“Kami akan mengawal agar anggaran untuk kesehatan benar-benar menyentuh masyarakat desa. Jangan hanya menumpuk di fasilitas kota,” pungkasnya. (Adv)









