DPRD Kukar Soroti Ketergantungan Pendapatan Transfer dalam Pertanggungjawaban APBD 2024

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Paripurna Ke-20 DPRD Kukar. (Info Nusa)

Rapat Paripurna Ke-20 DPRD Kukar. (Info Nusa)

Infonusa.co, Tenggarong – DPRD Kukar menggelar Rapat Paripurna ke-20, dengan agenda Laporan Badan Anggaran dan Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Senin (21/7/2025), di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar.

Ketua Bapemperda DPRD Kukar, Johansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa total realisasi pendapatan daerah tahun 2024 mencapai Rp12,7 triliun atau 88,75 persen dari target yang ditetapkan.

Namun, dia menyoroti, struktur pendapatan masih sangat bergantung pada transfer pusat yang menyumbang 93,16 persen, sementara PAD hanya berkontribusi 6,20 persen, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar 0,64 persen.

“Ketergantungan terhadap pendapatan transfer masih tinggi. Ini menjadi catatan penting agar Pemkab melalui Bapenda meningkatkan kinerja PAD, khususnya dari sektor pajak dan retribusi daerah,” tegas Johansyah.

Untuk itu, DPRD Kukar merekomendasikan empat strategi peningkatan PAD, yakni Optimalisasi pelayanan pendapatan daerah, Pemanfaatan teknologi informasi, Peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi PAD, serta Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

Dalam aspek belanja, Johansyah memaparkan, belanja operasi pada 2024 mencapai Rp6,37 triliun (49,8 persen), sementara belanja modal hanya Rp5,31 triliun (41,5 persen).

DPRD menilai komposisi ini belum ideal karena belanja modal seharusnya lebih dominan guna mendukung pembangunan fisik seperti jalan, jaringan, dan irigasi yang langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Komposisi ini akan dievaluasi. Belanja barang dan jasa perlu direalokasi demi peningkatan infrastruktur strategis,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga menyoroti belanja tidak terduga (BTT) yang tidak terealisasi (nol rupiah) sepanjang tahun 2024, padahal Kukar mengalami 40 kejadian bencana banjir.

“Sistem dan prosedur belanja darurat perlu dibenahi agar penanganan bencana lebih cepat dan responsif,” tegas Johansyah.

Di akhir laporan, Johansyah mengungkapkan bahwa DPRD Kukar turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan dalam pendanaan pembangunan non-APBD, terutama melalui program CSR.

“Pembangunan taman kota dan fasilitas umum melalui CSR sudah cukup efektif. Ke depan, perlu perencanaan yang terintegrasi sebagaimana diatur dalam Perda No. 15 Tahun 2018 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan,” timpalnya. (Adv)

Berita Terkait

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota
Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif
Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar
DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa
Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner
DPRD Kukar Soroti Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Muara Muntai
Ketua DPRD Kukar Minta Program Rp150 Juta per RT Dikaji Ulang
Ketua DPRD Kukar Desak Evaluasi HGU PT BDA
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 September 2025 - 18:22 WIB

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota

Sabtu, 6 September 2025 - 17:11 WIB

Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif

Sabtu, 6 September 2025 - 17:02 WIB

Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar

Sabtu, 6 September 2025 - 16:59 WIB

DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa

Sabtu, 6 September 2025 - 16:39 WIB

Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner

Berita Terbaru