Infonusa.co, Tenggarong – Fenomena keberanian pemuda di media sosial yang sering kali tidak sejalan dengan sikap ketika bertemu langsung mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Taufik Ridianur.
Kata dia, tidak semua pemuda bersikap ciut ketika berada di lapangan, karena faktanya banyak pemuda yang berani tampil dan menyuarakan aspirasi melalui aksi nyata, seperti unjuk rasa.
“Kalau kita lihat, kawan-kawan yang melakukan demo itu justru menunjukkan bahwa mereka punya mental yang kuat. Mental seperti itu harus dipersiapkan sejak dini, senang tidak senang, karena pemuda adalah agen perubahan,” ujarnya, Sabtu (23/8).
Ia menekankan, pentingnya proses pembinaan dan pengkaderan yang konsisten agar mental kuat pemuda tidak hanya muncul di media sosial, tetapi juga ketika menghadapi situasi nyata di lapangan.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan yang digagas oleh organisasi kepemudaan seperti KNPI menjadi ruang penting untuk membentuk karakter dan keberanian pemuda.
“Pengkaderan yang dilakukan KNPI itu bukan hanya melahirkan pemuda yang berani demo, tetapi membentuk mental yang kuat secara menyeluruh. Demo yang dilakukan pun harus mengarah pada hal-hal positif, bukan sekadar turun ke jalan tanpa tujuan. Misalnya ketika ada kebijakan pemerintah yang dianggap kurang tepat, pemuda bisa menyampaikan aspirasinya dengan cara yang konstruktif,” jelasnya.
Sebagai contoh, ia menyinggung aksi pemuda terkait persoalan pemangkasan beasiswa di Kukar beberapa waktu lalu. Menurutnya, sikap kritis yang disampaikan melalui demo justru membawa hasil positif karena pemerintah akhirnya mengoreksi kebijakan tersebut.
“Itu bukti bahwa demo yang dilakukan secara positif dan terarah bisa menghasilkan perubahan. Beasiswa yang sempat dipangkas akhirnya dikembalikan, dan itu juga karena ada dorongan dari pemuda yang berani menyuarakan pendapat,” tambahnya.
Selain mendukung ruang kritis bagi pemuda, Taufik menegaskan, DPRD Kukar terus berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dalam berbagai program pembinaan.
Adapun, kerja sama ini diwujudkan melalui pelatihan kepemimpinan, pengembangan keterampilan, hingga pembinaan dalam bidang kepariwisataan.
“Kita sudah banyak bekerja sama dengan Dispora. Ada pelatihan-pelatihan kepemudaan, pembinaan, bahkan sampai pengembangan potensi pariwisata yang melibatkan pemuda. Semua itu untuk membuka ruang agar potensi yang masih tersembunyi bisa muncul ke permukaan,” tutupnya. (Adv)









