DPRD Kaltim Sebut Kaltim Harus Banyak Belajar dari Yogyakarta Soal Pengembangan Sektor Perkebunan

- Jurnalis

Senin, 17 April 2023 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono. (Foto: infonusa.co/ARF)

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono. (Foto: infonusa.co/ARF)

Infonusa.co, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) giat mencoba menemukan inovasi dan strategi pembangunan yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya adalah pembangunan di sektor perkebunan.

Beberapa hari yang lalu, Komisi II DPRD Kaltim melaksanakan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk berkonsultasi dan sharing terkait strategi pembangunan perkebunan di Daerah Istimewa itu.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono mengatakan, sebenarnya wilayah perkebunan di DIY tidak seluas lahan perkebunan yang potensial bisa dimanfaatkan di Kaltim. Namun, struktur dan kandungan tanah di Kaltim berbeda, sehingga kita memerlukan treatmen khusus untuk mengoptimalkan produktivitas.

“Karena lahan sempit otomatis produktivitas terbatas, sehingga mereka disana fokus mengupgrade kualitas, dari hulu sampai ke hilir mereka memaksimalkan penerapan teknologi, sehingga value produknya meningkat,” katanya saat diwawancarai awak media, Senin (17/4/2023).

Dibeberkan Tiyo, mereka (Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Red.) belajar banyak dari Kota Jember, disana banyak menggunakan teknologi alat-alat produksi pertanian dan perkebunan yang modern. Bahkan disana untuk perkebunan coklat dan kopi hasil produksinya berupa bahan jadi siap ekspor, bukan lagi bahan baku atau bahan setangah jadi.

“Mereka sudah bisa menjual langsung hasil perkebunan ekspor ke luar negeri, konsumen dari luar difasilitasi OPD terkait datang langsung ke petani untuk membeli hasil perkebunan. Itu kan sangat luar biasa dan kita masih memerlukan banyak tahapan yang dipersiapkan untuk mencapai titik itu,” bebernya.

Lebih lanjut, Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu menjelaskan, memang karakteristik Kaltim sangat berbeda dengan Yogyakarta. Kualitas dan luas lahan berbeda, kondisi ekonomi dan harga jual barang juga berbeda, akan tetapi mereka memaksimalkan potensi yang ada.

“Meskipun banyak perbedaan, kita harus banyak belajar dengan mereka khususnya tekait penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas hasil perkebunan dan pertanian,” tutupnya. (ARF/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KSOP Samarinda Sambut Positif Kehadiran Maritim Muda Kaltim, Dorong Kolaborasi Penguatan Sektor Kemaritiman
KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:15 WIB

KSOP Samarinda Sambut Positif Kehadiran Maritim Muda Kaltim, Dorong Kolaborasi Penguatan Sektor Kemaritiman

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Berita Terbaru