DPRD Kaltim Desak Pemerintah Pusat Segera Realisasikan Dana Bagi Hasil Tambang dan Hutan

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan.

Infonusa.co, Samarinda — Provinsi Kalimantan Timur menjadi penyumbang utama penerimaan negara dari sektor pertambangan dan kehutanan. Namun, alih-alih mendapatkan kompensasi yang setimpal, provinsi ini justru tidak menikmati satu rupiah pun dari Dana Bagi Hasil (DBH) untuk dua sektor tersebut.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Firnadi Ikhsan, mengkritik keras situasi ini dan menilai perlunya tindakan konkret dari pemerintah pusat.

Ia menyebutkan bahwa selama tahun 2024, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Penjualan Hasil Tambang (PHT) mencapai Rp 32,68 triliun secara nasional, dengan Kaltim menyumbang lebih dari separuhnya, yakni Rp 18,52 triliun.

“Kontribusi Kaltim begitu besar, tapi tidak ada pembagian hasil untuk daerah penghasil. Ini jelas tidak adil,” tegas Firnadi.

Kondisi serupa terjadi pada sektor kehutanan, di mana PNBP dari Penggunaan Kawasan Hutan (PKH) nasional tahun lalu mencapai Rp 3,21 triliun, dan Kaltim berkontribusi sekitar Rp 1,9 triliun. Namun, sama seperti sektor tambang, daerah tidak memperoleh DBH dari sektor ini.

Firnadi menekankan bahwa perjuangan Gubernur Kaltim dalam mendorong DBH dari PHT dan PKH harus mendapatkan dukungan penuh, termasuk dari seluruh anggota legislatif.

“Upaya ini bukan sekadar soal fiskal, tapi soal keadilan. Kalau daerah penghasil hanya menjadi penonton, lalu siapa yang sebenarnya diuntungkan?” katanya.

Ia pun berharap pemerintah pusat segera mengkaji ulang kebijakan distribusi PNBP agar tidak terus menerus terjadi ketimpangan antara pusat dan daerah. Menurutnya, jika Kaltim berhasil mendapatkan hak tersebut, maka akan menjadi preseden penting bagi daerah lain di Indonesia.

“Ini bisa jadi tonggak sejarah baru. Jika DBH itu berhasil diperjuangkan, maka akan membuka jalan bagi provinsi lain yang mengalami hal serupa,” pungkas Firnadi. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB