DPRD Kaltim Desak Kejelasan Status Jalan Kubar-Mahulu untuk Tekan Biaya Logistik

- Jurnalis

Kamis, 28 November 2024 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim, Ekti Imanuel (foto:ist)

Anggota DPRD Kaltim, Ekti Imanuel (foto:ist)

Infonusa.co, Samarinda – Akses jalan darat antara Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) kembali menjadi sorotan publik, terutama terkait tingginya biaya logistik akibat minimnya infrastruktur yang memadai. Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menyatakan bahwa salah satu kendala utama dalam percepatan pembangunan jalan adalah ketidakjelasan status jalan tersebut.

“Status jalan menjadi kendala utama,” ujar Ekti. Ia menjelaskan, status jalan yang tidak jelas sering kali menghambat pengalokasian anggaran pembangunan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.

Menurut Ekti, jika status jalan ditetapkan sebagai jalan nasional, anggaran pembangunan hanya bisa diambil dari APBN. Sebaliknya, jalan yang berstatus non-nasional bisa dibiayai melalui APBD kabupaten atau provinsi. Ketidakpastian ini membuat koordinasi lintas lembaga menjadi sangat penting.

“Masalah ini membutuhkan sinergi lintas lembaga. Kita harus memperkuat koordinasi dengan delapan anggota DPR RI asal Kaltim untuk memperjuangkan anggaran di tingkat pusat,” ungkapnya.

DPRD Kaltim menilai, jalan Kubar-Mahulu tidak hanya penting untuk menekan biaya logistik, tetapi juga sebagai penghubung vital yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedalaman. Ekti menegaskan bahwa perbaikan jalan harus menjadi prioritas bersama pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

“Yang memilih mereka adalah masyarakat Kaltim. Jadi tanggung jawab besar ada di pundak para wakil rakyat. Ini tentang memastikan pembangunan hadir hingga pelosok,” tegas Ekti.

DPRD Kaltim juga memandang bahwa pembangunan jalan darat ini merupakan langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jalur sungai Mahakam, yang selama ini menjadi satu-satunya jalur distribusi logistik dengan biaya tinggi.

“Masyarakat pedalaman tidak meminta banyak. Mereka hanya ingin jalan yang layak, yang bisa membuat kehidupan mereka sedikit lebih mudah,” ujar Ekti menutup pembicaraan.

Berita Terkait

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Banjir Terjadi di Banyak Wilayah, DPRD Kaltim Nilai Penanganan Harus Berskala Nasional
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru