Infonusa.co, Samarinda– Istilah Narkoba Lewat Mata (Narkolema) kerap beredar di kalangan remaja, bahakan beberapa pihak kerap kali menyebutkan hal itu juga terbilang sangat bahaya.
Menyikapi soal tersbut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim mengimbau remaja harus bisa menyikapi secara baik penggunaan sosial media.
Dampak yang kerap beredar melalui hasil riset ialah persoalan pornografi bisa mengakibatkan kerusakan pada syaraf otak bagi penggunanya.
Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kaltim, Siti Aminah mengatakan bahwa efek narkotika dari ponsel ini sangat membahayakan. Apalagi didukung dengan berbagai konten yang tersedia di medsos.
Sehingga dirinya berharap siswa bisa memilah konten yang lebih postif untuk dijadikan konsumsi ataupun refrensi belajar.
Dia berharap, anak bisa memilah konten mana yang bisa dikonsumsi.
“Dalam hal ini, peran orangtua juga diharapkan bisa dilibatkan. Jadi ini narkoba dari hape sangat merusak. Terutama dalam gambar-gambar berbau seks. Ini kan sekarang juga sebenarnya dibatasi juga di media,” ungkap Siti pada Selasa (21/11/23).
Siti mengatakan, efek dari narkolema akan membuat pengidapnya kecanduan dan bakal merusak sel-sel penting di dalam otak. Menurut penelitian, ujarnya, hal itu sangat sulit disembuhkan dibanding narkoba.
“Narkolema itu bahkan area kerusakannya lebih luas,” tegasnya.
Oleh karena itu, saat ini banyak anak-anak yang cepat gelisah ketika tidak memegang ponsel dalam sehari atau saat kuotanya habis.
“Sehingga anak jadi tidak betah. Kalau lapar enggak ada makanan, bisa nahan itu. Tapi kalau enggak ada kuota, seperti tidak hidup. Dulu guru bisa razia hape tapi sekarang tidak ada pemeriksaan karena ada UU ITE. Jadi itu tidak boleh,” tandasnya. (mal/adv)









