Didik: Ketahanan Pangan Harus Jadi Tulang Punggung Ekonomi Mandiri di Kukar

- Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Didik Agung Eko Wahono

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Didik Agung Eko Wahono

Infonusa.co, Samarinda — Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Didik Agung Eko Wahono, menegaskan pentingnya menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun kemandirian ekonomi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Ia menilai potensi pertanian Kukar sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

“Dengan luas lahan dan kesuburan tanah yang dimiliki, Kukar seharusnya bisa menjadi pusat pangan untuk Kalimantan Timur. Tapi kita belum menjadikannya sebagai kekuatan ekonomi daerah,” ujar Didik.

Menurutnya, pengembangan sektor pangan tidak boleh hanya dipandang dari sisi konsumsi masyarakat, tetapi harus dijadikan peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis petani lokal. Ia mendorong agar sektor ini dilandasi oleh inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta jaminan infrastruktur dan distribusi hasil pertanian yang efisien.

“Pemerintah harus hadir dalam seluruh rantai produksi, dari bibit sampai ke pemasaran. Kalau petani didukung penuh, maka mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” katanya.

Didik juga menyoroti pentingnya strategi pembangunan pertanian jangka panjang yang memperkuat ekosistem UMKM dan membuka lapangan kerja. Ia menilai, sektor pertanian berpotensi menjadi pilar ekonomi alternatif di tengah dominasi sektor tambang yang sifatnya tidak terbarukan.

“Kita perlu mulai mengalihkan perhatian dari sektor ekstraktif. Ketahanan pangan bukan hanya soal kedaulatan konsumsi, tapi juga peluang ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mendorong terbangunnya kemitraan yang setara antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah. Didik menekankan perlunya regulasi dan insentif agar petani tidak terus-menerus berada dalam posisi lemah dalam rantai distribusi.

“Kalau sektor pertanian dibina secara serius, Kukar bisa membuktikan bahwa kemandirian ekonomi tidak harus selalu bertumpu pada batubara atau migas,” tandasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB