Infonusa.co, Tenggarong – Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto, menyoroti masih adanya wilayah di Kutai Kartanegara yang belum teraliri listrik, baik di desa maupun kawasan perkotaan.
Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I bersama sejumlah OPD, PLN, Perumda Tirta Mahakam, camat, kades, dan perwakilan perusahaan dari Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman.
Menurut Politisi PKB tersebut, secara keseluruhan dari 193 desa di Kukar, sudah hampir seluruhnya teraliri listrik, namun masih tersisa dua desa yang belum mendapatkan akses.
Ia juga menekankan bahwa persoalan ketersediaan listrik bukan hanya di desa, melainkan juga terjadi di kawasan perkotaan.
“Memang kalau secara pemerintahan belum optimal juga. Misalnya di Kota Bangun, di Desa Loleng, kemudian Bendang Raya. Bahkan kemarin saya dapat laporan, di RT 38 Kelurahan Loa Ipuh saja sampai sekarang belum juga teraliri listrik. Padahal itu di perkotaan,” ungkapnya pada Selasa (2/9/2025).
Ia berharap, PLN mampu menyusun perencanaan yang terukur dalam program kerjanya, sehingga kebutuhan dasar masyarakat bisa segera terpenuhi.
“Harapan saya PLN dalam merencanakan bisnis atau program kerjanya, khususnya urusan listrik di kota Tenggarong Kukar, itu benar-benar terukur. Jangan sampai kita sidak ke lapangan, tapi tidak ada tindak lanjut dan informasi berkelanjutan yang bisa membuat masyarakat tersenyum,” tegasnya.
Politisi Dapil I Tenggarong ini juga meminta PLN lebih transparan dalam memberikan informasi kepada masyarakat maupun DPRD terkait progres jaringan listrik, sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian.
“Saya harapkan ada informasi yang konkret dan seimbang, disampaikan ke kami di DPR. Jadi masyarakat tidak menunggu tanpa kepastian. Pesan saya khusus untuk PLN, mohon jaringan listrik segera dipasang di RT 38 Jalan Mualaf, Kelurahan Loa Ipuh,” pungkasnya. (Adv)









