Demi Kelonggaran Peluncuran Anggaran, DPRD Kaltim Minta Pemprov Tetapkan Jalan Provinsi di PPU – Paser

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Abdurrahman KA (ist)

Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Abdurrahman KA (ist)

Infonusa.co, Samarinda – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur pendukung Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim), persoalan klasik kembali mengemuka dan berpotensi menjadi penghambat serius.

Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Abdurrahman KA, menyoroti persoalan status kepemilikan jalan di sejumlah daerah yang hingga kini belum jelas, terutama di wilayah penyangga seperti Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU).

Ia mengungkapkan bahwa masih banyak ruas jalan di dua wilayah tersebut yang belum ditetapkan sebagai jalan provinsi, sehingga menyulitkan pemerintah provinsi untuk mengucurkan anggaran secara optimal bagi pembangunan maupun pemeliharaannya.

“Selama status jalan belum jelas, alokasi anggaran tak bisa dimaksimalkan. Ini menghambat percepatan konektivitas, padahal daerah-daerah ini punya peran strategis untuk mendukung IKN,” jelasnya.

Selain itu, dirinya menyebut bahkan keterbatasan tersebut menjadi hambatan serius dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur antar-wilayah.

“Kalau status jalan masih tergolong non-provinsi, maka tidak bisa dianggarkan melalui skema APBD provinsi. Akibatnya, perbaikan dan peningkatan jalan tidak bisa maksimal,” jelasnya.

Abdurrahman mengungkapkan, status jalan bukan sekadar administratif, tetapi juga menyangkut wewenang penganggaran. Ruas jalan yang belum ditetapkan sebagai jalan provinsi secara otomatis berada di luar tanggung jawab pembiayaan dari Pemprov Kaltim, meskipun peran dan fungsi jalan tersebut sangat vital bagi konektivitas regional.

Situasi ini, lanjut Abdurrahman, memperparah ketimpangan infrastruktur antarwilayah. Padahal, kawasan seperti Paser dan PPU memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga IKN, yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan.

“Jalan-jalan penghubung ini punya fungsi penting, apalagi dalam konteks mendukung mobilitas menuju dan dari IKN. Tapi kalau statusnya saja belum jelas, siapa yang akan mengurus perbaikannya?” ujarnya.

Lebih lanjut kata dia, mendesak adanya percepatan peninjauan dan penetapan status jalan oleh pemerintah provinsi dan pusat. Tanpa langkah ini, pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan dan penyangga IKN akan terus tertinggal.

“Pemerataan pembangunan tidak bisa dicapai jika infrastruktur dasar seperti jalan saja masih dibatasi oleh status yang belum tuntas. Ini harus menjadi perhatian serius, apalagi kita sedang bicara soal kesiapan daerah menyambut IKN,” pungkas Abdurrahman. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru