Demi Hadapi Era “Superhub Nusantara”, Syarifatul Tekankan Pemberdayaan Warga Lokal

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya'diah.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya'diah.

Infonusa.co, Samarinda – Perkembangan zaman dengan kehidupan masyarakat saat ini dianggap harus sesuai, sebab hal tersebut dapat menimbulkan ketimpangan yang signifikan pada kehidupan bermasyarakat.

Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digadang akan berada pada Era Super Hub yang merupakakan upaya menjadikan IKN sebagai pusat ekonomi baru yang perlu menyeimbangkan pembangunan Nasional.

Sehingga, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifatul Sya’diah, menghimbau agar pemberdayakan warga lokal perlu ditingkatkan secara optimal, demi meminimalisir terjadinya ketimpangan sosial.

Bagi Syarifatul, pemberdayaan warga lokal pada pembangunan infrastruktur yang megah perlu dilakukan, agar tidak menampakkan sisi yang tidak seimbang dalam konteks tersebut.

“Kita tidak ingin warga Kaltim hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kalau SDM-nya tidak disiapkan dari sekarang, akan muncul jurang ketimpangan antara yang bisa ikut terlibat dan yang tertinggal,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan sektor pendidikan dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif harus menjadi prioritas utama di tengah geliat proyek strategis nasional di Kaltim.

Terlebih, lonjakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri, logistik, hingga teknologi digital akan semakin tinggi seiring berjalannya proyek Super Hub.

“Lapangan kerja akan terbuka, tapi siapa yang mengisinya? Kita harus pastikan itu adalah masyarakat Kaltim sendiri, bukan dari luar semua,” ujarnya.

Syarifatul menyambut baik kebijakan Pemprov Kaltim yang menggratiskan pendidikan dari SMA hingga perguruan tinggi mulai tahun anggaran 2025. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan dan orientasi program yang tepat sasaran.

“Pendidikan gratis itu langkah awal. Tapi lebih penting lagi adalah memastikan isinya: apakah lulusannya benar-benar siap kerja? Apakah pelatihannya sesuai kebutuhan industri?” ucapnya tegas..

Dalam pandangannya, pembangunan yang inklusif menuntut adanya integrasi antara pendidikan, pelatihan vokasi, dan akses nyata ke dunia kerja. Ia juga mendorong adanya insentif bagi perusahaan yang merekrut dan membina tenaga kerja lokal, terutama dari wilayah terdampak proyek pembangunan.

“Kita perlu skema yang menjamin warga lokal bukan cuma jadi buruh kasar. Mereka harus bisa naik kelas, jadi teknisi, supervisor, bahkan manajer,” .
pintanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan dalam menyiapkan masyarakat lokal bisa menjadi bom waktu sosial di masa depan. Ketimpangan dan rasa terpinggirkan dapat memicu konflik horizontal dan merusak stabilitas sosial.

“Pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari sisi fisik dan nilai investasi. Kesejahteraan masyarakat harus menjadi indikator utama keberhasilannya,” tukasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi
Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi
Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir
Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan
Terbentur Keterbatasan Anggaran Wisata, Legislatif Samarinda Dorong Terobosan Wisata Budaya di Desa Pampang
Bahas Raperda LPJ APBD 2025, DPRD Samarinda Kaji Utang, Piutang, dan Aset Pemkot
Investasi Terus Meroket, Celni Pita Sari Nilai Samarinda Kian Dilirik untuk Ekspansi Bisnis
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:21 WIB

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban

Kamis, 3 September 2026 - 16:19 WIB

Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi

Kamis, 3 September 2026 - 16:17 WIB

Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi

Rabu, 2 September 2026 - 16:15 WIB

Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir

Rabu, 2 September 2026 - 16:11 WIB

Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan

Berita Terbaru