Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah.

Infonusa.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda mendesak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mempercepat penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk mempermudah layanan warga, tetapi juga untuk merapikan akurasi data penduduk di Kota Samarinda.

​Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menjelaskan bahwa IKD akan membuat urusan administrasi jauh lebih praktis. Warga nantinya cukup mengakses identitas resminya lewat aplikasi di ponsel tanpa harus selalu membawa fisik KTP elektronik.

​”Lewat IKD, layanan administrasi jadi lebih cepat dan ringkas. Masyarakat tinggal buka ponsel untuk menunjukkan data kependudukannya,” kata Helmi.

​Helmi mengungkapkan, salah satu kendala besar pendataan di Samarinda saat ini adalah maraknya pendatang yang sudah bertahun-tahun tinggal dan bekerja di Samarinda, tetapi belum mengurus pindah alamat. Alhasil, jumlah resmi penduduk di atas kertas kerap tidak sesuai dengan fakta riil di lapangan.

​Kondisi ketidakcocokan data ini berdampak langsung pada ketepatan pembuatan kebijakan pemerintah, mulai dari perencanaan proyek pembangunan hingga alokasi anggaran layanan publik.

​”Banyak warga yang beraktivitas dan tinggal di Samarinda, tapi status KTP-nya masih daerah asal. Akibatnya, pendataan jumlah penduduk kita belum mencerminkan kondisi sebenarnya,” terangnya.

​Menurut Helmi, banyak pendatang enggan memindahkan KTP karena membayangkan proses birokrasi yang rumit dan menyita waktu. Kehadiran IKD yang berbasis digital diharapkan mampu memangkas stereotip tersebut sehingga warga terdorong untuk memperbarui datanya.

​Kendati demikian, Helmi mengingatkan Disdukcapil agar tidak hanya berfokus pada kecanggihan aplikasi semata. Sosialisasi masif juga harus dibarengi agar masyarakat paham cara penggunaan serta manfaat dari identitas digital ini.

​”Sistem pelayanan publik memang harus terus berkembang agar makin mudah diakses. Kalau aplikasinya praktis dan sosialisasinya jelas, masyarakat tentu akan nyaman mengurus administrasi kependudukannya,” pungkas Helmi. (San/Adv)

Berita Terkait

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi
Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi
Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir
Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan
Terbentur Keterbatasan Anggaran Wisata, Legislatif Samarinda Dorong Terobosan Wisata Budaya di Desa Pampang
Bahas Raperda LPJ APBD 2025, DPRD Samarinda Kaji Utang, Piutang, dan Aset Pemkot
Investasi Terus Meroket, Celni Pita Sari Nilai Samarinda Kian Dilirik untuk Ekspansi Bisnis
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:21 WIB

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban

Kamis, 3 September 2026 - 16:19 WIB

Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi

Kamis, 3 September 2026 - 16:17 WIB

Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi

Rabu, 2 September 2026 - 16:15 WIB

Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir

Rabu, 2 September 2026 - 16:11 WIB

Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan

Berita Terbaru