Darlis Pattalongi Soroti Risiko Hilangnya Objektivitas Akademik Jika Kampus Ikut Menambang

- Jurnalis

Selasa, 15 April 2025 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi.

Infonusa.co, Samarinda– Penolakan terhadap wacana keterlibatan perguruan tinggi dalam pengelolaan tambang kembali mencuat, kali ini datang dari Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), M. Darlis Pattalongi. Ia menyuarakan kekhawatiran bahwa masuknya kampus ke ranah industri justru berisiko mengaburkan peran fundamental akademisi.

Menurutnya, ada jarak yang cukup lebar antara teori yang diajarkan di ruang kelas dan realitas kompleks di lapangan. Ketika institusi pendidikan mulai ikut bermain dalam praktik industri, potensi bias pun tak terhindarkan. Peran kampus sebagai pengawal idealisme dan pusat kritisisme dikhawatirkan akan luntur, tergantikan oleh kepentingan pragmatis yang jauh dari nilai-nilai akademik.

“Saya tidak setuju kampus terlibat dalam izin usaha pertambangan (IUP). Praktik di lapangan tidak seindah teori yang diajarkan. Dalam teori, semuanya tertata rapi, mulai dari perencanaan, pengelolaan, hingga pasca-tambang. Tapi kenyataannya, banyak perusahaan tambang bahkan tidak menjalankan perencanaan tambang dengan benar,” ucapnya.

Ia menambahkan, jika perguruan tinggi ikut mengelola tambang, maka tidak ada lagi pihak independen yang mengawasi implementasi teori tersebut.

Kampus, menurutnya, seharusnya tetap menjadi pengawal idealisme dan bertindak sebagai pengontrol kebijakan, bukan justru terlibat langsung dalam eksploitasi sumber daya alam.

“Kampus itu tempat belajar, tempat mempertahankan nilai-nilai akademik dan idealisme. Kalau perguruan tinggi ikut menambang, siapa yang akan mengawasi praktiknya? Biarkan dunia industri yang bekerja, sementara akademisi tetap pada perannya untuk memberikan masukan dan evaluasi,” jelasnya.

Dengan demikian, Darlis menegaskan bahwa perguruan tinggi sebaiknya tetap berada pada jalurnya sebagai lembaga akademik yang memberikan kontrol terhadap industri, bukan justru menjadi bagian dari bisnis pertambangan itu sendiri.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru