Darlis Ingin Pemprov Kaltim Fokus Pada Nasib Tenaga Pendidik Honorer

- Jurnalis

Jumat, 20 Juni 2025 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi.

Infonusa.co, Samarinda — Persoalan di sektor pendidikan, terutama terkait kesejahteraan tenaga pendidik, kembali mencuat. Belum lama ini, keluhan mengenai keterlambatan pembayaran gaji guru menjadi perhatian publik dan mencerminkan persoalan mendasar yang belum terselesaikan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattolongi, mengingatkan agar program pendidikan gratis “Gratispoll” yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Provinsi tidak melupakan aspek fundamental lain dalam dunia pendidikan.

Dirinya juga menekankan, semangat pemerataan akses pendidikan tidak boleh mengorbankan kualitas guru maupun ketersediaan fasilitas belajar yang layak.

“Jangan sampai program ini membuat kita lengah terhadap peningkatan kompetensi pendidik dan penyediaan sarana yang memadai,” ujar Darlis dengan nada tegas.

Pendidikan di Kaltim akan benar benar maju, lanjutnya, jika perhatian lebih diprioritaskan untuk tenaga pendidik. Pasalnya, kesehatan dan kesejahteraan guru juga masuk dalam indikator peningkatan kulitas pengajaran dari guru

“Jadi, salah satu cara meningkatkan kualitas tenaga pengajar kita, kualitas dosen kita, kualitas guru adalah meningkatkan kelayakan hidupnya,” paparnya.

Meskipun, tenaga pendidik honorer ini tidak masuk ke dalam PPPK namun daerah tetap harus membantu kesejahteraan mereka. Karena mereka jadi garda terdepan dalam mengisi ruang ruang pendidikan di Kaltim.

“Jadi, pemerintah juga harus tahu memberi perhatian ke situ,” tuturnya.

Dalam memperbaiki sistem yang ada di dunia pendidikan khususnya terkait tenaga pendidik, perlunya sekolah memiliki database yang sesuai dengan yang terjadi di lapangan.

“Database-nya tentu harus diperbaiki. Karena seringkali yang menjadi kendala itu adalah persoalan database yah,” beber Darlis.

Darlis memberberkan saat berkunjung ke Kementrian, diperlihatkan kacaunya database tenaga pendidik yang dimiliki Kaltim. Penyebab utamanya perilaku sekolah yang tidak mencerminkan nilai kejujuran, karena ingin meningkatkan akreditasi sekolah.

“Banyak faktor, misalnya sekolah itu melaporkan tenaga pengajarnya yang non- P3K, itu sebetulnya ada, tapi tidak terdata. Karena itu dia mengejar akreditasi,” ihwalnya.

Sebagai penutup pernyataannya, Darlis memberi pesan agar nasib para tenaga pendidik honorer tersenut tidak terabaikan, jangan hanya peduli pada akreditas dan kualitas sekolah, namun lali terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Banjir Terjadi di Banyak Wilayah, DPRD Kaltim Nilai Penanganan Harus Berskala Nasional
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru