Infonusa.co, Tenggarong – Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar Haka Saputra, menceritakan pengalamannya bersama majelis yang ia dirikan bernama Distorsi di Rumah.
Kata dia, majelis ini sudah berjalan sejak 2015 dan hingga kini menjadi wadah anak-anak muda untuk belajar agama dengan pendekatan sederhana.
“Jujur, kami punya majelis yang namanya Distorsi di Rumah. Yang mengajar di sana Habib Hasyim bin Salim dan Habib Sofi Al-Muhdor. Bukan maksud kami membanggakan guru-guru kami, tapi karena berkat mereka, majelis ini bisa terus berjalan sampai sekarang,” ujarnya pada Selasa (26/8/2025).
Politisi PDIP ini tidak menutupi latar belakang kehidupannya. Dia mengaku masa mudanya banyak dihabiskan dengan hal-hal yang jauh dari nilai agama.
Namun lewat majelis tersebut, Akbar Haka bersama rekan-rekannya perlahan mulai memperbaiki diri.
“Kami ini orang-orang berdosa, masa muda kami ugal-ugalan. Bahkan sampai hari ini pun saya merasa masih belum bisa dikatakan orang baik. Tapi sejak 2015 kami berusaha istiqamah membuka majelis. Alhamdulillah, sampai sekarang sudah berjalan hampir 10 tahun,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran Distorsi di Rumah memberi ruang bagi pemuda dengan berbagai latar belakang, termasuk mereka yang sering dipandang sebelah mata.
“Teman-teman seprofesi dengan saya, yang tatoannya banyak seperti saya, itu mau datang ke majelis. Minimal mereka bisa belajar mandi junub, belajar wudhu, dan pelan-pelan mengenal agama,” timpalnya. (Adv)









