BUMD Didorong Jadi Penyangga Hilirisasi Pertanian dan Penjamin Harga Panen Petani PPU

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron,

Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron,

Infonusa.co, PPU Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menyoroti pentingnya peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam memperkuat hilirisasi sektor pertanian di daerah. Menurutnya, BUMD seharusnya berfungsi sebagai penyangga utama penyerapan hasil panen, terutama saat harga komoditas anjlok di pasaran.

Ia menilai persoalan klasik yang terus berulang harga jual tidak stabil dan akses pasar yang tidak pasti berdampak terhadap pendapatan serta motivasi petani, khususnya petani kecil.

“Petani akan bekerja dengan penuh semangat jika harga jual terjamin. Kalau Bulog tidak menyerap, maka BUMD harus bergerak. Dari padi di sawah hingga menjadi beras, di situlah hilirisasi harus berjalan,” ujar Thohiron, Jumat (29/8/2025).

Thohiron menekankan proses hilirisasi tidak boleh hanya berfokus pada padi. Komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan kebutuhan sayuran lainnya juga perlu masuk dalam skema penyerapan agar petani tidak terus bergantung pada fluktuasi harga pasar.

“Petani hortikultura jangan dibiarkan berjuang sendiri. Kalau sistem serapannya jelas, mereka tidak akan ragu menanam. Seperti sawit dulu begitu ada pabrik, mereka tenang karena ada kepastian penampung,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti momentum strategis hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi berseberangan dengan PPU. Kebutuhan pangan IKN diyakini akan terus meningkat dan seharusnya menjadi peluang ekonomi langsung bagi petani lokal.

“Kebutuhan pangan IKN sangat besar, dan PPU adalah wilayah terdekat. Maka belanja pangannya idealnya diserap dari petani kita. Jangan sampai hanya jadi penonton,” tegasnya.

Dengan potensi lahan yang luas dan produksi pertanian yang berkelanjutan, Thohiron meminta BUMD berani mengambil peran lebih aktif, tidak sekadar menjadi operator administrasi.

“Kita tidak bisa terus menggantungkan nasib petani pada mekanisme pasar bebas. Pemerintah daerah harus hadir melalui BUMD-nya. Jangan sampai petani kembali menjadi korban fluktuasi harga,” tutupnya.(aw/adv/dprd/ppu)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru