Infonusa.co, PPU Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Bijak Ilhamdani, mengimbau pemerintah daerah dan insan pers untuk menjaga sinergi dalam menjalankan fungsi masing-masing, terutama dalam konteks pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut ia sampaikan merespons isu kerentanan kebebasan pers, menyusul adanya dugaan intervensi terhadap jurnalis oleh salah satu ajudan kepala daerah di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.
“Pers adalah mitra pemerintah. Keduanya saling mengawasi dan saling melengkapi. Yang penting bagaimana berjalan beriringan,” ujar Bijak, pekan ini.
Menurutnya, gesekan di lapangan kerap muncul akibat perbedaan persepsi antara pejabat dan pekerja media. Ia menilai persoalan ini dapat diatasi melalui komunikasi yang terbuka dan rutin.
“Kadang ada tindakan yang dianggap menghalangi kerja pers, padahal dasarnya hanya beda cara pandang. Karena itu diskusi harus dibangun,” jelasnya.
Bijak mengusulkan agar pemerintah daerah dan insan pers membuat ruang dialog santai, misalnya dalam bentuk pertemuan rutin atau kegiatan ngopi bersama.
“Ini soal membangun kesepahaman. Ngopi bareng antara kepala daerah dan insan pers penting dilakukan, supaya isu atau ketegangan bisa dibicarakan baik-baik,” tegasnya.(aw/adv/dprd/ppu)









