Apansyah Sebut Koperasi Merah Putih Harus Didampingi Ketat, Desa Tak Boleh Dipaksa Siap

- Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Apansyah. (Ist)

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Apansyah. (Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Program Koperasi Merah Putih yang digulirkan pemerintah pusat dan menjanjikan pinjaman modal hingga Rp3 miliar per desa/kelurahan, mendapat sambutan hangat namun penuh kewaspadaan dari DPRD Kalimantan Timur.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Apansyah, menyebut program ini punya potensi besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa, namun harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan kesiapan yang matang.

“Program ini sangat menjanjikan untuk menggerakkan ekonomi desa, tapi harus dilaksanakan secara cermat dan tidak terburu-buru. Kalau desa tidak siap, bisa jadi bumerang,” ujar Apansyah, Senin (7/7/2025).

Ia menyoroti aspek kesiapan kelembagaan koperasi di tingkat desa, termasuk sistem tata kelola keuangan, akuntabilitas, dan kapasitas SDM yang akan menjalankan program. Apansyah mengingatkan bahwa tanpa pengelolaan profesional, dana sebesar itu sangat rentan disalahgunakan.

“Dana Rp3 miliar bukan angka kecil. Harus ada penguatan dari sisi manajemen koperasi, pelatihan, dan pemahaman soal tanggung jawab hukum. Jangan asal salur, nanti berisiko disalahgunakan,” tegasnya.

Apansyah juga meminta dinas terkait dan pemerintah daerah proaktif melakukan pendampingan teknis dan manajerial terhadap desa-desa penerima program. Menurutnya, Koperasi Merah Putih hanya akan berhasil jika dilandasi dengan rencana yang realistis dan kontrol yang ketat.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa DPRD Kaltim akan mengawal ketat pelaksanaan program ini, termasuk proses seleksi dan evaluasi desa penerima. Ia meminta agar penyaluran dana dilakukan berdasarkan kesiapan objektif, bukan pemerataan administratif semata.

“Setiap desa punya kapasitas berbeda. Harus ada evaluasi teknis dulu sebelum dana disalurkan. Jangan paksakan semua desa terima kalau belum siap,” katanya.

Dengan manajemen yang tertata dan pengawasan menyeluruh, Apansyah optimistis bahwa program ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa yang inklusif dan mandiri. Namun ia menegaskan, kunci keberhasilannya adalah satu: kesiapan kelembagaan dan pengawasan yang ketat.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB