Andi Satya Usulkan Telemedis dan Beasiswa Ikatan Dinas untuk Atasi Krisis Tenaga Kesehatan di Kaltim

- Jurnalis

Jumat, 18 Juli 2025 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil ketua komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Ist)

Wakil ketua komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Kekurangan ribuan tenaga kesehatan masih menjadi persoalan serius di Kalimantan Timur (Kaltim). Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menilai masalah ini harus ditangani dengan langkah strategis yang terukur agar tidak terus mengganggu pelayanan dasar kesehatan masyarakat.

Ia menyebut, saat ini Kaltim kekurangan sekitar 4.000 tenaga kesehatan, kondisi yang paling dirasakan di daerah pedalaman, terpencil, dan wilayah perbatasan.

“Kalau kekurangan ini tidak segera ditangani, warga di pelosok akan terus kesulitan mendapat layanan medis yang layak,” ujar Andi Satya.

Sebagai solusi jangka pendek, ia mendorong pemanfaatan telemedis. Dengan meningkatnya akses internet di berbagai wilayah, teknologi dapat menjembatani keterbatasan tenaga medis.

“Lewat telemedis, dokter di kota bisa memberikan konsultasi kepada pasien di daerah terpencil tanpa harus hadir langsung,” jelasnya.

Namun, untuk jangka panjang, ia menekankan perlunya program beasiswa kedokteran berbasis ikatan dinas. Skema ini mewajibkan penerima beasiswa kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kalau sejak awal mereka tahu akan kembali ke daerah, distribusi tenaga medis bisa lebih merata. Ini investasi SDM yang nyata,” tegas legislator dari Partai Gerindra tersebut.

Andi juga mendorong adanya kerja sama pemerintah daerah dengan perguruan tinggi, baik lokal maupun nasional, untuk mempercepat penempatan tenaga medis di wilayah yang kekurangan layanan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kemitraan dengan lembaga pendidikan untuk memastikan kebutuhan tenaga kesehatan bisa terpenuhi,” tambahnya.

Ia mengingatkan, pembangunan infrastruktur besar-besaran menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) harus dibarengi dengan perhatian pada sektor kesehatan.

“Kesehatan masyarakat adalah fondasi pembangunan. Jangan sampai IKN berdiri megah, tetapi warga sekitarnya masih sulit bertemu dokter,” pungkasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB