Andi Satya Soroti Kekurangan Tenaga Medis di Kaltim, Sebut Distribusi Masih Jauh dari Ideal

- Jurnalis

Selasa, 1 Juli 2025 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (ist)

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (ist)

Infonusa.co, Samarinda – Isu keterbatasan tenaga medis di Kalimantan Timur kembali mencuat ke permukaan. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan kekhawatirannya terhadap minimnya jumlah tenaga kesehatan di wilayah tersebut, khususnya di kawasan pedalaman.

Berdasarkan data yang dihimpunnya, kebutuhan tenaga medis di Kaltim saat ini diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang. Namun, angka ketersediaan di lapangan baru memenuhi separuh dari total kebutuhan tersebut.

“Banyak wilayah kita masih kekurangan dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Rasio ideal, yakni satu dokter melayani seribu penduduk, masih sulit tercapai di sejumlah daerah,” ungkap Andi saat ditemui pada Senin (1/7/2025).

Dirinya menilai, kondisi ini bukan sekadar soal angka, tetapi menyangkut keadilan dalam pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap layanan kesehatan. Ketidakseimbangan distribusi tenaga kesehatan membuat wilayah terpencil mengalami keterbatasan akses yang cukup serius.

“Warga yang tinggal jauh dari kota harus menempuh jarak yang sangat jauh hanya untuk mendapatkan layanan medis dasar. Ini tidak adil, dan pemerintah harus hadir untuk menyelesaikannya,” tegas politisi muda tersebut.

Andi mendorong adanya intervensi dari pemerintah pusat maupun daerah guna menyusun kebijakan strategis, termasuk insentif khusus bagi tenaga medis yang bersedia ditempatkan di daerah-daerah tertinggal.

“Krisis ini tidak bisa diselesaikan setengah hati. Diperlukan komitmen bersama, mulai dari penyediaan anggaran, insentif, hingga penguatan sistem distribusi tenaga kesehatan,” jelasnya.

Dirinya juga mengingatkan bahwa tanpa langkah nyata, ketimpangan ini hanya akan memperlebar jurang antara masyarakat perkotaan dan perdesaan dalam mengakses layanan kesehatan.

“Jangan sampai daerah yang jauh justru semakin tertinggal hanya karena persoalan distribusi tenaga medis. Kesehatan adalah hak, bukan privilese,” pungkasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru