Infonusa.co, Tenggarong – Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Akbar, menilai bahwa dunia kerja saat ini sudah berubah drastis seiring perkembangan teknologi.
Menurutnya, pemerintah daerah harus lebih serius memperkuat pendidikan profesi dan pelatihan keterampilan, tidak hanya mengandalkan pendidikan formal.
“Dunia kerja sudah berubah. Kita tak bisa lagi hanya mengandalkan gelar dari jurusan-jurusan umum. Yang dibutuhkan saat ini adalah keterampilan dan sertifikat profesi yang diakui secara global,” tegasnya.
Ia menyebut, banyak profesi masa kini yang menjanjikan secara ekonomi dan relevan dengan kebutuhan industri, seperti fotografer, videografer, barista, caster, hingga soundman. Semua itu membutuhkan keterampilan nyata dan pengakuan dalam bentuk sertifikat profesi.
Akbar juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin masif digunakan.
Menurutnya, secanggih apa pun teknologi, tetap dibutuhkan peran manusia sebagai pengendali utama.
“Semua orang hari ini bisa menggunakan AI atau ChatGPT di handphone-nya. Tapi tidak semua orang bisa memanfaatkannya dengan benar. Dari sinilah muncul profesi baru seperti *prompt writer*, yaitu orang yang ahli menyusun instruksi spesifik agar AI menghasilkan output sesuai harapan,” jelasnya.
Profesi baru tersebut, kata dia, bahkan sudah ramai digunakan masyarakat. Ia mencontohkan tren saat Lebaran lalu, ketika banyak keluarga mengubah foto menjadi versi kartun atau foto studio dengan memanfaatkan aplikasi AI.
“AI hanyalah alat. Otaknya tetap manusia. Jadi kebijakan pendidikan kita harus menyesuaikan dengan fenomena ini. Sertifikasi profesi harus masuk dalam kebijakan pendidikan daerah agar SDM kita punya daya saing,” pungkasya. (Adv)









