Ahmad Yani Dorong Transparansi Anggaran, Tolak Pembiaran SILPA

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani. (Info Nusa)

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani. (Info Nusa)

Infonusa.co, Tenggarong – Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan bahwa munculnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) merupakan indikasi adanya kekurangan dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran.

Menurutnya, setiap rupiah yang tertahan sebagai SILPA sejatinya adalah peluang pelayanan dan pembangunan bagi masyarakat yang terabaikan.

“Adanya SILPA itu artinya ada sesuatu yang harus dibenarkan, harus dikoreksi. Namanya penganggaran itu kan tidak boleh SILPA,” katanya, Kamis (19/6/2025).

Yani menjelaskan, SILPA timbul ketika anggaran yang sudah direncanakan tidak terserap sepenuhnya.

Ia menegaskan, anggaran yang tidak terlaksana sama saja mengurangi kesempatan masyarakat untuk menikmati manfaat program pemerintah.

“Ketika dikatakan SILPA berarti ada anggaran yang tidak terserap, dan itu tidak boleh. Karena kalau tidak dilaksanakan, kesempatan rakyat untuk sejahtera akan kurang,” ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di DPRD Kukar ini menegaskan bahwa tanggung jawab atas munculnya SILPA bukan hanya di tangan eksekutif, tetapi juga legislatif melalui fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD.

Ia mengingatkan, agar semua pihak bekerja dengan jujur dan transparan, tanpa mengakali angka SILPA atau sengaja menahannya untuk kepentingan tertentu.

“SILPA itu tidak boleh diciptakan. Bahkan seharusnya dikurangi atau dihilangkan sama sekali, sehingga kerja-kerja DPR dapat maksimal,” tegasnya.

Kepala lembaga legislatif Kukar itu juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap proyek atau program yang gagal terlaksana, baik karena kendala teknis maupun perhitungan cost benefit yang tidak akurat.

Yani menilai, evaluasi ini penting sebagai bahan pembenahan di tahun anggaran berikutnya, agar SILPA tidak terulang.

“Apalagi kalau jumlahnya besar, mungkin karena pekerjaan gagal atau karena perhitungan tidak sesuai, mohon dikoreksi. Agar tahun ini misalnya tidak ada SILPA lagi,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota
Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif
Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar
DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa
Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner
DPRD Kukar Soroti Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Muara Muntai
Ketua DPRD Kukar Minta Program Rp150 Juta per RT Dikaji Ulang
Ketua DPRD Kukar Desak Evaluasi HGU PT BDA
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 September 2025 - 18:22 WIB

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota

Sabtu, 6 September 2025 - 17:11 WIB

Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif

Sabtu, 6 September 2025 - 17:02 WIB

Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar

Sabtu, 6 September 2025 - 16:59 WIB

DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa

Sabtu, 6 September 2025 - 16:39 WIB

Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner

Berita Terbaru