Agusriansyah Dorong Transformasi Pertanian Berbasis Inovasi dan Generasi Muda di Kutim

- Jurnalis

Jumat, 25 April 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Infonusa.co, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, menekankan urgensi pembaruan menyeluruh dalam sektor pertanian di Kutai Timur (Kutim). Menurutnya, modernisasi, inovasi, dan regenerasi tenaga kerja pertanian harus menjadi fondasi utama untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.

Agusriansyah menyoroti pentingnya menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian, yang ia nilai lebih berkelanjutan dibandingkan sektor ekstraktif seperti pertambangan.

“Kita harus bisa meyakinkan pemuda bahwa menjadi petani bukan hanya relevan, tapi juga menjanjikan secara ekonomi di masa depan,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengusulkan pembentukan tim percepatan lintas sektor yang bertugas menyusun perencanaan strategis, menyusun program, mengatur anggaran, serta mengidentifikasi potensi petani milenial di tiap kecamatan.

“Tim inilah yang akan mengkaji percepatan ini, apakah bisa melalui kerja sama dengan korporasi setempat. Kalau hanya mengandalkan dana APBN, progresnya bisa terhambat,” jelasnya.

Ia juga mendorong penggunaan teknologi modern seperti Internet of Things (IoT), drone untuk pemantauan lahan, serta industrialisasi pascapanen guna menciptakan sistem pertanian yang efisien dan menarik bagi anak muda.

Agusriansyah mengungkapkan bahwa Kutim menargetkan pembukaan lahan pertanian seluas 12.000 hektare pada tahun 2025. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya ketergantungan pangan daerah terhadap pasokan dari luar.

“Pertanian ini mencakup banyak subsektor—peternakan, perikanan, hingga komoditas perkebunan seperti kakao, cabai, jagung, dan pisang. Semua punya potensi besar untuk dikembangkan,” paparnya.

Dirinya menutup dengan menegaskan bahwa semua ide besar tersebut tidak boleh berhenti di konsep saja, namun harus diterjemahkan dalam aksi nyata di lapangan. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru