Agus Aras Ingatkan Program Gratispol Harus Realistis dengan Kondisi Keuangan Daerah

- Jurnalis

Jumat, 18 Juli 2025 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras. (Ist)

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras. (Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Program pendidikan “Gratispol” yang digagas Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak boleh dijalankan melebihi kemampuan fiskal daerah.

Menurut Agus, tujuan program memang positif karena mendorong pemerataan akses pendidikan. Namun, ia mengingatkan agar implementasinya tetap mempertimbangkan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Program ini bagus, tapi pelaksanaannya harus rasional dan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Jangan sampai ambisi politik justru memberatkan APBD,” ujar Agus, Jumat (18/7/2025).

Ia menyebut ruang fiskal Kaltim masih terbatas sehingga setiap program besar membutuhkan perencanaan matang, apalagi Gratispol ditargetkan berjalan penuh pada 2026.

“Kalau dipaksakan sekaligus, bisa berimbas pada sektor lain. Karena itu perlu ada skema bertahap dengan kajian menyeluruh,” jelasnya.

Agus juga menyoroti kewenangan pendidikan yang dimiliki Pemprov. Ia menegaskan, tanggung jawab provinsi hanya pada jenjang SMA, SMK, dan SLB, sedangkan pendidikan tinggi berada di luar lingkup provinsi.

“Batas kewenangan harus dipahami dengan jelas, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kebijakan,” tambah legislator daerah pemilihan Bontang, Kutim, dan Berau itu.

Ia mendorong agar Gratispol dibahas secara komprehensif, meliputi aspek regulasi, teknis, hingga pembiayaan jangka panjang, supaya program ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Selain itu, Agus mengingatkan agar pembangunan daerah tidak terfokus pada satu program. Menurutnya, sektor infrastruktur, kesehatan, dan layanan publik lainnya juga membutuhkan perhatian yang sama.

“Jangan sampai karena semua energi diarahkan ke satu kebijakan, sektor lain menjadi terpinggirkan. Kita butuh pembangunan yang seimbang untuk seluruh masyarakat,” tandasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB