Agiel Suwarno Komitmen Kawal Polemik Ganti Rugi Lahan PT WIN dan Warga Desa Kerayaan

- Jurnalis

Jumat, 10 Maret 2023 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Agiel Suwarno. (Foto: InfoNusa.co/ARF)

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Agiel Suwarno. (Foto: InfoNusa.co/ARF)

Infonusa.co, Samarinda – Agiel Suwarno, Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) komitmen mengawal langkah penyelesaian polemik ganti rugi lahan antara PT Wira Inova Nusantara (WIN) dan Kelompok Tani Karya Bersama, Desa Kerayaan, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim).

Diketahui, telah dilakukan beberapa kali upaya mediasi oleh Komisi I DPRD Kaltim melibatkan kedua belah pihak. Terakhir selasa 7 Maret lalu, Komisi DPRD Kaltim menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) menyoal hal ini.

Permasalahan ini muncul kembali ke khalayak publik setelah terbitnya Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 19 Tahun 2022 tentang Penetapan Batas Desa Kerayaan, Kecamatan Sangkulirang.

Agiel Suwarno memaparkan, sebenarnya kelompok tani sudah beberapa kali melakukan negosiasi mengenai lahan mereka yang masuk di lokasi PT WIN. Namun, hingga saat ini tidak ada titik temu atau solusi dari permasalahan yang ada. Oleh sebab itu, persoalan ganti rugi ini dibawa ke DPRD Kaltim untuk dicarikan jalan tengahnya.

“Pertemuan dan mediasi di DPRD Kaltim sudah tiga kali dilaksanakan. Di pertemuan terakhir, perusahaan menyampaikan itikad baiknya. Melalui mediasi, kita ingin memastikan apakah betul perusahaan punya niat baik dan ternyata ada,” paparnya, Jumat (10/3/2023).

Ada titik temu kesepakatan dari upaya mediasi yang telah dilakukan, kata Agiel, kedua belah pihak sepakat perusahaan akan bertanggung jawab untuk ganti rugi secara langsung ataupun dalam bentuk tanggung jawab lain. Baik itu tanahnya akan dibayar perusahaan atau penyelesaian dengan alternatif lain.

“Kita di DPRD setuju dan sepakat saja agar cepat selesai. Karena saya melihat di Kerayaan itu hampir sebagian besar warga masyarakatnya terkepung dengan perkebunan sawit. Jadi salah satu alternatif yang paling baik untuk menyelesaikan ini adalah perusahaan bisa bertanggung jawab karena sudah memakai lahan masyarakat,” jelas Anggota Dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Bontang, Berau dan Kutim itu.

Lebih lanjut, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini merasa prihatin atas kasus yang telah menimpa masyarakat Kerayaan, Sangkulirang. Jika perusahaan ada itikad baik jauh-jauh hari permasalahan ini tentu tidak akan berlarut-larut.

Menurut Agiel, permasalahan ini tak kunjung ada titik terang penyelesaian dari tahun ke tahun. Padahal, berdasarkan keterangan pihak perusahaan, PT WIN sudah melakukan rotasi pergantian pimpinan manajemen dan kebijakan berulang kali.

“Masyarakat benar-benar merasa dirugikan dengan keberadaan perusahaan. Bukannya bisa bekerja sama dengan PT Wira Inova Nusantara, lahan mereka yang dulunya bisa digunakan untuk berkebun, sekarang tidak bisa dipakai lagi berkebun,” ujarnya.

Ia juga menerangkan DPRD Kaltim akan melakukan pertemuan lanjutan dengan kedua belah pihak dan beberapa instansi terkait di Kecamatan Sangkulirang dalam waktu dekat.

“Saya pastikan DPRD akan mengawal terus. Kami tidak ikut campur soal ganti rugi, tapi kami memastikan bahwa kesepakatan bisa dijalankan,” tutup Agiel. (ARF/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat
DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda
Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota
6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD
Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi
Banyak Kios Mangkrak, Ketua DPRD Desak Pemkot Samarinda Tertibkan Pemilik Lapak di Pasar Pagi ​
Atasi Kekerasan Seksual, Sri Puji Astuti Setuju Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Berat
Utang Pemkot Samarinda Mencapai Rp671 Miliar, DPRD Minta Kejelasan Pelunasan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:49 WIB

DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:13 WIB

6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi

Berita Terbaru