Infonusa.co, Samarinda – Upaya pemerintah daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Paser dalam memperluas penggunaan transaksi non-tunai terus diperkuat. Sistem pembayaran digital seperti QRIS dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong modernisasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, menilai transformasi ke arah pembayaran non-tunai merupakan langkah yang relevan dengan perkembangan teknologi dan pola aktivitas ekonomi saat ini. Menurutnya, transaksi digital menawarkan kemudahan yang tidak dimiliki sistem tunai konvensional.
“Dengan non-tunai, orang tidak perlu membawa uang banyak. Prosesnya juga lebih cepat dan praktis,” kata Yenni.
Ia menambahkan, dari sisi keamanan, pembayaran digital dinilai mampu menekan potensi risiko kehilangan uang maupun tindak kriminal di ruang publik. Meski begitu, Yenni mengingatkan bahwa perubahan kebiasaan masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan.
“Tidak semua masyarakat siap langsung beralih. Masih ada yang nyaman dengan uang tunai, terutama di daerah. Karena itu, penerapannya harus bertahap dan disesuaikan dengan kondisi,” jelasnya.
Yenni juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital seiring dorongan penggunaan transaksi non-tunai. Edukasi yang berkelanjutan, menurutnya, akan membantu masyarakat memahami manfaat serta cara penggunaan sistem pembayaran digital secara aman.
Ia berharap penguatan ekosistem transaksi non-tunai di PPU dan Paser tidak hanya mempermudah aktivitas ekonomi, tetapi juga mendorong terciptanya sistem keuangan daerah yang lebih transparan, modern, dan efisien.
(Ina/Adv/DPRDKaltim)









