Wakil Ketua DPRD Kaltim Minta Polemik Buzzer di Media Sosial Dijadikan Kritik Membangun

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis

Infonusa.co, Samarinda – Fenomena maraknya buzzer dan perdebatan sengit di media sosial tak luput dari perhatian Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis.

Dalam sebuah pernyataanya, ia menyoroti bagaimana dinamika opini masyarakat di dunia maya kini menjadi suatu keresahan sekaligus aspirasi masyarakat yang patut disikapi dengan bijak.

Menurutnya, netizen yang aktif menyuarakan pendapat di media sosial merupakan bagian dari masyarakat yang menyampaikan kritik dan masukan. Selama suara yang muncul berasal dari masyarakat secara organik atau bukan hasil rekayasa atau dorongan kelompok tertentu, maka hal itu harus diterima sebagai bentuk partisipasi demokratis.

Memang masyarakat ya Bukan yang katanya Katanya kan. Karena kalau katanya kan
Buzzer itu dibuat atau dibikin, Saya pikir selama Buzzernya itu organik,

“Netizen itu ya masyarakat. Jadi selama kritik yang disampaikan datang dari warga secara nyata dan bukan berdasarkan informasi yang ‘katanya-katanya’, maka jadikan itu saran dan kritik untuk membangun dong, harusnya ya selama buzzernya itu betul betul real,” ujarnya

Ananda, sapaan akrabnya, juga menekankan pentingnya membedakan antara buzzer yang dibuat-buat dengan opini organik yang tumbuh dari keresahan masyarakat itu sendiri.

“Kalau buzzer-nya organik,masyarakat yang memberikan saran, masukan, dan kritikan kita harus terima itu, itu kan juga merupakan salah satu cara dalam membangun semangat” ihwalnya.

Di tengah tren aktivitas media sosial yang terus masif, ia mengajak seluruh pihak untuk tidak sekadar melihat media sosial sebagai sumber kegaduhan, tetapi juga sebagai ruang dialog yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

“Begitulah kira-kira soal buzzer yang lagi tren saat ini. Intinya, kritik itu penting, asalkan disampaikan secara sehat dan berdasarkan fakta,” pungkasnya.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi
Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi
Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir
Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan
Terbentur Keterbatasan Anggaran Wisata, Legislatif Samarinda Dorong Terobosan Wisata Budaya di Desa Pampang
Bahas Raperda LPJ APBD 2025, DPRD Samarinda Kaji Utang, Piutang, dan Aset Pemkot
Investasi Terus Meroket, Celni Pita Sari Nilai Samarinda Kian Dilirik untuk Ekspansi Bisnis
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:21 WIB

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban

Kamis, 3 September 2026 - 16:19 WIB

Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi

Kamis, 3 September 2026 - 16:17 WIB

Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi

Rabu, 2 September 2026 - 16:15 WIB

Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir

Rabu, 2 September 2026 - 16:11 WIB

Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan

Berita Terbaru